Diduga Melakukan Pemukulan Terhadap Warga Saat Bertugas, Polsek Bandarkedungmulyo Digeruduk Warga

puluhan warga yang mendatangi Polsek Bandarkedungmulyo

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Diduga lakukan pemukulan terhadap salah seorang warga Desa bandarkedungmulyo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, puluhan warga setempat mendatangi Polsek Bandardarkedungmulyo untuk meminta penjelasan terkait adanya dugaan tindakan pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggota Polsek saat bertugas.

“kita cuman pengen tahu sebenarnya ini ada apa, kok sampai ada pemukulan terhadap salah satu warga yang saat itu sedang bertugas mengawasi alat berat,” kata Sunaryo (53) salah seorang warga setempat saat ditemui sejumlah wartawan di Polsek Bandarkedungmulyo, Selasa 14 November 2017.

Masih menurut Sunaryo, kejadian ini bermula, saat Harun Arifin (40) warga Desa Pucangsimo, sedang bekerja untuk menjaga alat berat proyek pembangunan tol. Tiba-tiba ada 8 orang tidak dikenali oleh korban yang datang ke lokasi tempat korban bekerja di daerah Mushola Tegalan Dusun Kedungbagus, Desa Bandarkedungmulyo. Dan selanjutnya salah satu orang ada yang bertanya pada Harun, mengenai apakah ada seseorang dengan mengendarai sepeda motor yang lewat disekitar tempat Harun berjaga. “Harun saat itu mengatakan bahwa Harun tidak tahu,” ujar Sunaryo.

Lanjut Sunaryo, selanjutnya salah satu petugas membentak Harun, sembari mengatakan bahwa mereka adalah aparat keamanan yang sedang menjalankan tugas.” tidak ada yang melintas ya cuman bapak-bapak ini saja, selanjutnya Harun lari karena takut dengan beberapa orang yang mengaku aparat keamanan, karena Harun tidak tahu apakah mereka benar aparat atau hanya maling yang mengaku aparat,” tegas Sunaryo.

Imbuh Sunaryo, karena ragu dan mencurigai gerak-gerak sekelompok orang yang mangaku anggota aparat Kepolisian setempat, Harun langsung lari untuk meminta bantuan warga setempat.” Namun saat mau lari Harun malah di pegangi salah satu orang yang taka dikenal, bahkan salah satu dari orang tak dikenal tersebut memukul Harun sebanyak tiga kali di bagian perut Harun,” ungkap Sunaryo.

Saat disinggung apakah tujuan warga mendatangi Polsek Bandarkedungmulyo, Sunaryo menegaskan, bahwa pihaknya hanya ingin mengetahui siapakah pelaku pemukulan terhadap Harun, dan pihaknya sangat menyayangkan atas kejadian pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polsek Bandarkedungmulyo tersebut.

“sebenarnya Polisi tidak punya wewenang masuk lokasi proyek, karena di dalam proyek itu sudah ada pihak keamanannya sendiri yang ditunjuk pihak perusahaan, dan maksud Polisi itu tanyak-tanyak seperti itu (red : Tanya pada Harun) maksudnya apa, dan sampai ada pemukulan ini kan sungguh sangat disayangkan,” imbuh Sunaryo.

Ketika ditanya apakah pendapatnya mengenai adanya peristiwa pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polsek Bandarkedungmulyo pada hari Senin, 13 November 2017 dini hari tersebut, Sunaryo selaku kepala keamanan proyek tol diwilayah Bandarkedungmulyo, menegaskan bahwa tindakan pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat, tersebut tidak sepatutnya dilakukan karena hal tersebut bisa mencoreng citra Polri di Masyarakat.

“ polisi kan tidak harus seperti itu mas, kan itu mencoreng-coreng nama Polisi itu, saya sayangkan itu Handoko dan teman-temannya,” tukasnya.

Sementara itu Harun selaku korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polsek, masih belum bisa ditemui oleh sejumlah wartawan di Polsek bandarkedungmulyo.

Dari pantauan dilapangan sejumlah aparat Kepolisian dari Polres Jombang, mulai dari Intelkam, Provos, dan Kapolsek serta pihak tokoh masyarakat, Kasun dan korban melakukan mediasi secara tertutup di Polsek BandarKedungmulyo.(elo)