Mahasiswa Tinggalkan Bangku Kuliah, Demi Raih Cita-cita Sukses di Bidang Enterpreuner

sejumlah karyawan anggris ngecloting saat berada di rumah produksinya, di jalan raya kowong Mojokerto.

KANALINDONESIA.COM : Menempuh pendidikan tinggi adalah salah satu upaya bagi masyarakat di negara ini untuk memajukan taraf kesejahteraan pada umumnya, namun berbeda dengan seorang pemuda asal Mojokerto, Jalan Empu Nala, Kelurahan Balongsari Kota Mojokerto, pasalnya pemuda yang bernama M. Anggris M.B.L (27) ini memutuskan untuk meninggalkan kuliahnya dan bergelut dalam usaha dagang kaos sport di pasar Joko Sambang (JS) mula-mulanya.

Seiring dengan dinamika pasar pemuda ini melihat sejumlah peluang usaha yang dia lihat mampu mendatangkan keuntungan yang mempunyai prospek bagus kedepannya, sehingga Anggris mengambil keputusan untuk meningglkan kuliah dan terjun dalam usahanya ini.

Berbekal sedikit pengalaman dan wawasannya saat kuliah, yang sempat berpindah-pindah, mulai dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan berpindah ke Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Jombang, pemuda ini mengawali karirnya sebagai pedagang pelopor kaos sport (olah raga) di pasar JS dengan nama Sang Pelopor Sport, yang hingga kini masih tetap eksis dan menjadi pelopor kaos olah raga di kota Mojokerto.

Baca:  Spesialis Curanmor Antarkota Disergap Polisi

Majunya dunia fasion dan permintaan pasar yang cukup tinggi terhadap kebutuhan kaos, memaksa Anggris harus mengembangkan usahanya dalam hal fasion termasuk melengkapi barang dagangannya selain kaos olah raga.

“Awalnya saya meyediakan kaos olah raga, namun banyak kostumer yang menanyakan kaos-kaos lain, seperti kaos group band, tokoh-tokoh, brand, kemeja, dan jaket. Ini lah yang menjadikan saya untuk memiliki inisiatif memenuhi kebutuhan pembeli. Ini diawali dengan cara membeli dari agen kaos dalam jumlah besar per minggu, selanjutnya saya jual kembali, mas di pasar JS,” paparnya.(11/08/2016)

Meskipun dengan cara menjual kembali kaos yang dibelinya dari agen, ke pasar JS, namun kebutuhan pasar yang terus berkembang seiring dengan kemajuan fasion membuat pemuda asal empu nala ini harus memutar otaknya, sehingga lahirlah rumah produksi kaos miliknya sendiri yang diberi nama Anggris Ngecloting, yang hingga kini mampu bersaing dengan agen kaos yang pernah menjadi tempat dia mengambil kaos.

Baca:  Hentikan Rekam Data KTP Anak, e-KTP jadi Prioritas Pelayanan Capil Kota Mojokerto

“Sebenarnya ini berawal dari permintaan pembeli kaos sport yang meminta untuk memberi nama dan nomor punggung di kaos olah raga (jersey). Seiring dengan perkembangan pasar dan permintaan pembeli, banyak yang memesan kaos-kaos yang bertema, yakni kaos yang bertuliskan nama komunitas, serta jargon-jargon yang ada di medsos. Inilah yang menginfiltrasi saya untuk membuka rumah produksi dengan menawarkan sejumlah produk yakni, berbagai macam kebutuhan fasion dengan kualitas terbaik, mulai dari kaos polos dan krah, hem kerja dan bengkel, jaket hoodie, jumper, sweater, dan jersey kaos olah raga serta melayani jahit dan sablon,” tegasnya.

Saat disinggung bagaiman soal cara calon pembeli untuk membeli atau memesan kaos produksinya dan dimana saja pangsa pasar yang menjadi area peredaran kaos hasil produksinya, pria yang juga mantan aktifis pergerakan ini mengatakan,” pembeli atau pemesan biasanya datang ke 3 tempat usaha saya, pertama pembeli datang di toko saya yang beralamatkan di Pasar Joko Sambang (PJS) Gg. Makmur stand paling depan, jln Benteng Pancasila, Mojokerto, yang kedua bisa datang ke rumah produksi cabang 1 yakni di jln. Raya Meri no. 525, Mojokerto, dan yang ketiga ada di rumah produksi cabang ke 2, yang ada di jln. Raya Kuwung no. 262, Mojokerto, serta bisa memesan melalui via telepon 085730952428, dan pin BB 5F02B789, biasanya kami  melayani pemesanan di luar kota di seluruh Indonesia, bahkan kemarin saya dapat kostumer dari Inggris mas, yang memesan kaos 100 picies dengan random desain,” pungkasnya.

Baca:  Disdik Kota Mojokerto Tetap Bagi Seragam Gratis, Meski SMA/SMK Bakal Dikelola Pemprov

Lanjutnya,” dengan adanya rumah produksi ini saya berharap agar mampu mengurangi pengangguran yang ada mojokerto, dan mampu mendirikan rumah produksi di setiap kabupaten kota diseluruh Indonesia,” harapnya.

ELO