Usai Disidak Bupati, Antrian Pemohon e-KTP Masih Membludak

suasana antrian di pintu masuk kantor Dispendukcapil Kabupaten Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Usai dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) oleh Bupati Jombang Nyono Suherli Wihandoko, di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), pada Kamis 16 November 2017 kemarin, suasana antrian pemohon Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, masih belum menunjukkan perubahan.

Suasana semrawut, berhimpitan, saling dorong masih saja dijumpai di pintu masuk kantor Dispendukcapil Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hal ini dikarenakan sejumlah pemohon tersebut, saling berebut nomor kartu antrian untuk mendapatkan pelayanan.

Bahkan salah seorang pemohon e-KTP, terpaksa harus menyerah dalam antrian, karena tidak tahan dengan kondisi yang saling berdesakan hanya untuk mendapat nomor antrian.“ saya tidak kuat mas, sesak sulit untuk bernafas. Hampir pingsan tadi makanya saya nyerah,” kata Evi (38) salah satu pemohon e-KTP saat ditemui sejumlah wartawan di depan kantor Dispendukcapil Jombang, Jumat 17 November 2017.

Sementara itu Ach. Sjarifudin selaku kepala Dispendukcapil, saat ditemui sejumlah awak media pihaknya mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan langkah tegas dengan menertibkan pemohon e-KTP.” Yang tidak membawa undangan untuk pengambilan e-KTP, tidak akan kita layani, dan itu baru kita terapkan mulai hari Senin depan,” ujarnya.

Lanjut Sjarifudin, pihaknya juga menghimbau pada masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP, bisa melakukan perekaman di kantor Kecamatan.” Ini dilakukan agar pemohon tidak menumpuk di kantor Dispendukcapil,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, membludaknya antrian warga yang ada di kantor Dispendukcapil, dianggap oleh Bupati Jombang, bahwa sebagian masyarakat pemohon e-KTP yang datang tidak tertib, mengingat pihak Dispendukcapil sudah memberikan undangan untuk pemohon sebanyak 500 orang, namun warga yang ingin mendapatkan pelayanan di Dispendukcapil tiap harinya berjumlah ribuan orang.

“ setiap harinya Dispendukcapil mengundang 500 undangan untuk mendapat pelayanan e-KTP, namun beberapa warga ada yang datang dengan tidak membawa undangan dan memaksakan untuk dilayani, ini karena tidak tertibnya suadar-saudara kita,” tegas Bupati Nyono Suherli, saat melakukan sidak kemarin.

Dari data yang dihimpun redaksi, fasilitas alat pencetak yang difungsikan dinas terkait hanya 6 buah dan untuk setiap harinya hanya bisa mencetak maksimal 500 keping e-KTP, padahal  jumlah pemohon yang setiap hari datang untuk mendapatkan pelayanan di Dispendukcapil Jombang kurang lebih 2 ribu orang.(elo)