Menu

Mode Gelap
Saksi Kunci Sebut BBM Hasil Penggelapan Dijual ke PT Bahana Line Kepergok Selingkuh, Ribut Winarko Cekik dan Tusuk Istri 8 Kali Tukang Las Asal Sidoarjo Dituntut Jaksa Hukuman Mati Sidang Mafia BBM Laut, Jaksa Cecar Direksi PT Bahana Line Soal Keluar Masuk Uang Perusahaan Jaksa Tuntut Mantan Panpel Arema FC Abdul Haris 6 Tahun 8 Bulan Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang

Kanal Hukum · 5 Des 2022 19:00 WIB

3 Terdakwa Kasus Ambruknya Seluncur Kenpark Diadili di PN Surabaya


 3 Terdakwa Kasus Ambruknya Seluncur Kenpark Diadili di PN Surabaya Perbesar

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Tiga orang penanggungjawab atas perkara ambruknya seluncuran Kenjeran Water Park (Kenpark) kini mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (5/12/2022).

Ketiga terdakwa itu adalah Paul Stepen Tedjianto dan Subandi selaku General Manager dan Manajer Operasional Kenjeran Water Park, serta Soetiadji Yudho selaku pemilik.

Dalam sidang dengan agenda dakwaan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Uwais Deffa mengatakan, terdapat dua kelompok wahana di Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya. Keduanya adalah Kenjeran Water Park dan Atlantis Land.

Kenjeran Water Park terdiri dari 3 wahana air, yaitu kolam arus dengan kedalaman sekitar 60 cm, lebar 6 meter dengan papan peluncuran melingkar di atas yang panjangnya 200 meter dengan ketinggian 10 meter; kolam renang dewasa dengan kedalaman 80 cm dengan luas lebar 25×12 meter; dan kolam renang anak dengan kedalaman 60 cm dengan luar lebar 20×12 meter yang beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WIB. Setiap pengunjung, dikenakan biaya Rp40 ribu untuk hari libur dan Rp35 ribu untuk hari biasa.

Terdakwa Paul Stepen Tedjianto dan Subandi didakwa tidak membuat kebijakan terkait Standard Operasional Prosedur (SOP). Bahkan, tidak adanya pembatasan pengunjung yang akan menggunakan papan seluncur atau waterslide. Pun tidak ada perawatan berkala.

“Pada Sabtu (7/5) sekitar pukul 13.30 WIB, terjadi penumpukan pengunjung yang berhenti di segmen 6 dan 7 sebanyak 17 orang,” kata Uwais membacakan surat dakwaan.

Akibat penumpukan pengunjung tersebut, seluncuran roboh. Berdasarkan hasil pemeriksaan teknik kriminalistik dan analisa teknik sebagaimana yang terlampir dalam BAP, runtuhnya seluncuran water park yang berada di Jalan Raya Sukolilo Nomor 100 Surabaya itu ditarik kesimpulan bahwa titik awal runtuhnya fiber glass seluncuran berada pada sambungan atau flange antara segmen nomor 6 dan 7. Titik itu berada di bagian barat.

Berdasarkan hasil Labfor, runtuhnya seluncuran di sekitar sambungan segmen nomor 6 dan 7 disebabkan kondisinya telah rapuh dan tak mampu menahan beban material fiber glass seluncuran, beban air, dan beban manusia.

“Kemudian fiber glass seluncuran retak, patah, dan runtuh ke lantai,” sambungnya.

Dalam kesehariannya, tupoksi Subandi adalah membantu Paul di bidang keamanan dan pengawasan petugas Kenpark Surabaya. Lalu, membantu mengantisipasi atau melarang pengunjung yang masuk melewati pintu karyawan serta menjaga dan melakukan pengecekan petugas jaga kolam renang.

Artikel ini telah dibaca 175 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PT KAI Daop 7 Madiun Gelar Apel Peringatan Bulan K3 Nasional

8 Februari 2023 - 13:44 WIB

Aksi Blokir Jalan, Warga Sampung Tuntut Aktifitas Truk Tambang Dihentikan

8 Februari 2023 - 13:32 WIB

La Lisa Hotel Surabaya Gelar Event Kids & Mom Cooking Class “How To Make Boomber Burger”

8 Februari 2023 - 13:15 WIB

Peduli Sesama Polisi Sidoarjo Bagikan Makanan Pada Tamu Harlah Seabad NU

8 Februari 2023 - 08:32 WIB

Ongki Sanjaya, Kader HMI Malang Lahirkan IXON ESPORT dan Buktikan Bahwa Aktivis Tidak Hanya Berpolitik

8 Februari 2023 - 07:01 WIB

Saksi Kunci Sebut BBM Hasil Penggelapan Dijual ke PT Bahana Line

8 Februari 2023 - 05:03 WIB

Trending di Kanal Hukum