Dispendukcapil Jombang Dijaga Satpol PP, Banyak Pemohon e-KTP yang Kecewa saat Diusir

pemohon e-KTP yang di jaga Satpol PP di pintu depan Dispendukcapil

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Membludaknya antrian warga yang menjadi pemohon pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), membuat Bupati Jombang memerintahkan aparat dari Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP), untuk menertibkan warga yang mengantri, hal ini dilakukan untuk upaya mengantisipasi ketidak siplinan warga saat melakukan pengurusan di kantor Dispendukcapil Jombang, agar suasana pelayanan kondusif dan berjalan tertib.

Dari pantauan di lokasi, tampak puluhan aparat Satpol PP berupaya menertibkan pemohon pelayanan di Dispendukcapil. Namun suasana berdesakan dan aksi saling dorong masih saja terjadi. Bahkan beberapa pemohon pelayanan di kantor Dispendukcapil, sempat kecewa karena diusir oleh Satpol PP.

Salah satunya pemohon pelayanan di Dispendukcapil yang kecewa, adalah Ahmad Aris, pemohon e-KTP dari Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, yang berangkat jauh-jauh dari Surabaya tempatnya bekerja, harus kembali pulang karena tidak mempunyai rekom dari kantor Kecamatan. “ iya tadi katanya harus ada tanda tangan, dan di suruh balik ke Kecamatan. Ya kecewa karena harus balik lagi, padahal hanya kurang tanda tangan,” keluh Aris saat ditemui sejumlah wartawan, Selasa 21 November 2017.

Hal senada juga disampaikan oleh Basuki warga asal Tejo, Kecamatan Mojoagung, pihaknya mengaku kecewa karena harus di suruh pulang oleh Satpol PP, karena tidak mempunyai rekom dari Desa dan Kecamatan, padahal pihaknya sudah datang jauh-jauh dari Mojoagung dan meninggalkan pekerjaannya, untuk mengurus e-KTP namun sampai di Dispendukcapil pihaknya malah diusir.” Ya tetap kecewa mas, karena sudah sampai sini tapi tidak bisa mendapatkan pelayanan,” ujar Basuki.

Pihaknya berharap agar penerapan aturan baru ini bisa dirubah dan dikembalikan seperti biasanya, agar semua masyarakat bisa terlayani dan tidak merasa kecewa. Padahal pihaknya sudah mempunyai rekom dari Desa dan Kecamatan, namun pihaknya tetap juga tidak mendapatkan pelayanan dari Dispendukcapil.

” Katanya di suruh bawa rekom dari Desa dan Kecamatan, tapi ya tetap aja tidak dilayani. Katanya tidak ada tanda tangannya dari Camat mas, makanya di suruh pulang. Kalau bisa pelayanannya langsung aja mas, gak usah seperti ini,” tukas Basuki.(elo)