Home / Birokrasi / Daerah / Demokrasi / Hukum / Internasional / Jatim / News / Peristiwa

Rabu, 18 Mei 2022 - 19:50 WIB

Raja Skimming Asal Ukraina Divonis 3 Tahun

Editor - ADDY

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Yevhen Kuzora akhirnya tinggal lebih lama dipenjara Indonesia. Sebab, warga Ukraina yang menjadi terdakwa dalam kasus pencurian data (Skimming) dan uang nasabah itu divonis selama 3 tahun penjara oleh majelis hakim yang diketuai Imam Supriyadi.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 46 Ayat (3) jo pasal 30 ayat (3) Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga  UK Petra Surabaya Gelar Innofashion Show 4, Mahasiswa Desain Fashion & Tekstil Angkat Budaya Tenun Samarinda dan Zero Waste Fashion

“Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” hakim Imam di ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (18/5).

Terhadap putusan tersebut, terdakwa yang didampingi pengacara menyatakan pikir-pikir. “Kami pikir-pikir Yang Mulia,” ujar pengacara terdakwa.

Diberitakan sebelumnya, kasus pencurian data nasabah bank (skimming) terungkap setelah adanya laporan dari nasabah perihal berkurangnya nominal saldonya.

Dalam melakukan aksinya, terdakwa menggunakan sebuah alat pembaca data nasabah yang dikirim dari Ukraina oleh temannya.

Baca Juga  Perdokla Gelar Kongres Perdokla Tahun 2022, Pemilihan Ketum dan Ketua Perdokla  

Mendapati laporan para nasabah tersebut, pihak bank lalu melakukan penyelidikan dan diperoleh data bahwa ada transaksi yang mencolok di beberapa kota yang diduga adalah pencurian. Dalam persidangan terdakwa mengaku mendapat upah Rp 10 juta dari temannya tersebut.

Terdakwa akhirnya ditangkap saat akan melakukan aksinya di sebuah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Surabaya. Atas perbuatannya, pihak bank menyebabkan kerugian sebesar Rp 3,46 miliar. Ady

Share :

Baca Juga

Jabar

Polsek Juntinyuat Bersama Satgas Covid-19 Bagi Ratusan Masker

Jabar

Personel Polsek Indramayu Amankan Miras Pabrikan dari Seorang Pedagang

Birokrasi

Anggota DPR ini Ingatkan Begini Bagi Pengguna Medsos

Birokrasi

Sempat Kabur, Pemukul Bocah Akhirnya Diringkus Resmob Polrestabes Surabaya di Tangerang Banten

Daerah

S1AP Deklarasi Dukung Anies Baswedan Capres 2024

Jatim

Jadi Narasumber JAMARAH di Pacitan, Ina Ammania Meminta Masyarakat Untuk Sabar

Birokrasi

Di Tengah PPKM Darurat Penjualan Hewan Kurban Di Lamongan Meningkat

Health

Percepatan Vaksinasi Jelang Nataru, TNI-Polri Kolaborasi dengan Nakes Kecamatan Balong