Home / Daerah / Jatim

Jumat, 20 Mei 2022 - 12:25 WIB

NU Jatim Sebut Pemerintah Tak Serius Bantu Kebutuhan Bibit dan Pupuk Petani

Editor - Anang

SURABAYA KANALINDONESIA. COM – Kebutuhan terhadap swasembada pangan, khususnya kebutuhan pertanian di Jawa Timur membutuhkan komitmen stakeholder di Jatim. Hal ini, agar ada perhatian terhadap petani, khususnya kebutuhan pupuk dan bibit bisa terpenuhi dan tidak meresahkan.
Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Jatim. Ghufron Ahmad Yani, Kamis (18/5/2022).

“Kami butuh komitmen, karena sampai saat ini belum ada perhatian serius dari stakeholder pemerintahan terhadap petani,” tutur Ghufron Ahmad Yani.

Anggota IKA PMII Jatim ini, menyebutkan menuju Indonesia emas 2045 tidak hanya membutuhkan koordinasi antar lembaga. Namun juga komitmen bersama, agar Jawa Timur tetap mempertahankan surplus pangan. Khususnya swasembada beras.

Baca Juga  Meriahkan HUT Bhayangkara Ke 76, Polisi Mancing Bareng Wartawan

Ia menyebutkan, kendali yang dihadapi selain persoalan lahan pertanian yang menyusut. Juga ada dorongan untuk meningkatkan produktifitas pertanian dengan lahan yang ada. “Persoalan pupuk setiap musim panen saja masih menjadi kendala. Apalagi petani masih belum berdaulat,” tegas dia.

Aktivis nahdliyin Jatim ini, mengaku sudah banyak hal yang dilakukan jejaring PWNU Jawa Timur. Sayang belum ada komitmen bersama berkolaborasi mengandeng NU.

“Komitmen kurang serius dengan NU sebagai pemilik lahan dan pemilik basis massa di pedesaan,” ujar Ghufron Ahmad Yani.

Alumni UINSA Sunan Ampel ini, menyebutkan potensi yang tidak disentuh secara serius dengan stakeholder terkait ini patut disayangkan.

“Persoalan pupuk yang belum tuntas. Kita jangan terlena karena surplus. Karena apa yang kita lakukan untuk menuju Indonesia emas,” urainya.

Baca Juga  Pastikan Hewan Ternak Aman Dari PMK Jelang Idul Adha, Kapolresta Tinjau Kandang Ternak

Menurut dia, butuh petani yang berani mengambil resiko. Karena tidak mudah merubah cultur atau budaya pertanian.

“Kesadaran dan SDM petani. Karena itu LPPNU membangun Sekolah Lapangan Pertanian Peternakan Terpadu (SLPPT),” aku Ghufron Ahmad Yani.

Karena itu, Nahdlatul Ulama mempunyai jejaring pembinaan dan pendampingan di lapangan. Ghufron Ahmad Yani menyebutkan NU memiliki spot peternakan di Bangkalan memiliki 2.000 ekor kambing, belum di Pamekasan, Sampang dalam satu spot memiliki 30 ekor sapi.

“Potensi ini harusnya terus dikembangkan dengan komitmen dan back up seluruh stakeholder,” tutup dia. Nang

Share :

Baca Juga

Jatim

Apresiasi Kepedulian di Tengah Pandemi, Bunda Rita Hadiri Santunan Anak Yatim

Birokrasi

Eksepsi Ditolak Jaksa, Guntual dan Istri Ajukan Duplik di Persidangan

Jatim

Pengurus FMKI Karanganyar Periode 2022-2025 Resmi Dilantik dan Dikukuhkan

Birokrasi

Sengketa Lapangan Bogowonto Surabaya masih ‘Ulet’, PT Laksana Budaya Surati Presiden Jokowi

Jatim

Pangkas Pelayanan Kepegawaian yang Berbelit, BKPPD Hadirkan Aplikasi PKT

Jatim

LaNyalla: Kasus Korupsi Eksport CPO, Bukti Kerakusan Oligarki Sawit

Jabar

KRYD Mandiril Polsek Indramayu Berantas Miras dan Prostitusi Ilegal

Daerah

Beri Dukungan Untuk Tim Hukum DPP Demokrat, Emil Dardak Serahkan Surat Permohonan Perlindungan Hukum dan Keadilan ke PT TUN Surabaya