Diduga ADD Desa Kedungturi Jombang Digunakan Bancakan, FRMJ Akan Lapor Polisi

Joko Fattah Rochim selaku ketua FRMJ saat membawa bukti daftar nama pembagian uang dari ADD Desa Kedungturi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Joko Fattah Rochim selaku ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ), akan kembali melaporkan adanya dugaan penggelapan Alokasi Dana Desa (ADD), ke Polres Jombang. Hal ini menyusul adanya bukti baru yang dikantonginya berupa daftar nama sejumlah oknum Desa yang menerima jatah uang hasil pembagian dari ADD tahun 2013 Desa Kedungturi, Kecamatan Gudo, Jombang Jawa Timur.

“ dulu kita sudah melakukan pengaduan masyarakat (Dumas) ke Polres Jombang, namun oleh pihak Polres diterbitkan SP2HP, yang isinya bahwa perkara tersebut tidak bisa ditingkatkan ke proses penyidikan,” kata Fattah saat ditemui sejumlah wartawan pada Hari Sabtu 25 November 2017.

Saat disinggung apakah alasan pihak Polres Jombang saat itu menerbitkan Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan (SP2HP) nomor B/369/IX/2014/Satreskrim, tetanggal 11 September 2014, Fattah menjelaskan, bahwa saat itu pihak penyidik beralasan tidak ditemukan unsure kerugian Negara.” Waktu itu belum ada fakta baru yang menunjukkan unsure kerugian materil,” ujarnya.

Masih menurut penjelasan Fattah, bahkan waktu itu pihaknya juga sempat melakukan upaya pra peradilan, namun permohonannya ditolak seluruhnya oleh PN Jombang.” Karena perkara itu bukan obyek pra peradilan,” ungkap Fattah.

Lanjut Fattah, untuk itu pihaknya akan melaporkan secara resmi ke pihak Polres Jombang.” Kalau besok kita laporan resmi, bukan Dumas karena ini menyangkut adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh beberapa oknum, dan kita sudah ada bukti baru berupa daftar nama orang-orang yang mendapatkan jatah uang dari ADD,” tukasnya.

Sementara itu Sucipto selaku Kepala Desa (Kades) Kedungturi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telephone seluler, yang terdengar hanya nada sambungnya saja.(elo)