Gunakan Bantuan Aplikasi Simon Rain, BPBD Jombang Bisa Ketahui Intensitas Curah Hujan

Salah satu staf BMKG Juanda saat menunjukkan aplikasi Simon Rain pada BPBD Kabupaten Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Intensitas hujan yang cukup tinggi dan mulai mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur menuntut kewaspadaan seluruh masyarakat dari segala kemungkinan terjadinya bencana alam.

Untuk mempermudah monitoring curah hujan di seluruh wilayah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang akan menggunakan bantuan sistem monitoring curah hujan yang bernama Simon Rain.

Hal ini diungkapkan oleh Ahmad Syaikul Jabara selaku sekertaris BPBD Jombang, aplikasi tersebut merupakan milik Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya. Namun alat tersebut bisa diakses BPBD Jombang setelah ada perjanjian kerjasama.

“Mulai hari ini kami bisa mengakses kondisi cuaca di seluruh wilayah Kabupaten Jombang, setelah pihak BMKG Juanda Surabaya bersedia menjalin kerjasama pemanfaatan aplikasi Simon Rain,” kata Ahmad saat ditemui sejumlah wartawan, Selasa 28 November 2017.

Masih menurut Ahmad, ada beberapa keeuntungan saat bisa mengakses aplikasi tersebut,  pihaknya bisa melihat kondisi dan curah hujan yang mengguyur 306 desa di seluruh wilayah Kabupaten Jombang.

“Dari aplikasi ini hujan dengan skala ringan, sedang, atau tinggi yang mengguyur wilayah tertentu, bisa dilihat melalui data yang dikirim BMKG kepada kami. Ini akan memudahkan kerja BPBD dalam mendeteksi wilayah-wilayah yang diguyur hujan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan setiap hari BMKG memang mengeluarkan prakiraan hujan dengan skala wilayah kabupaten kota di Jawa Timur. Namun untuk monitoring hujan yang sedang turun, saat ini baru lima kabupaten kota yang bisa mengakses datanya.

“Lima daerah diantaranya Kota Surabaya, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Jombang,” paparnya.

Lanjut Taufiq, hujan yang turun di suatu wilayah, bisa dipantau melalui radar cuaca yang ada di Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya. “Sistem radar cuaca melakukan monitoring hujan 24 jam penuh. Data dari aplikasi Simon Rain ini, diteruskan BPBD setiap daerah bisa untuk diinformasikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Imbuh Taufiq, BMKG berharap dengan aplikasi tersebut BPBD dapat mengantisipasi lebih dini ancaman bencana alam yang disebabkan hujan. “Tahun depan kami berencana menerapkan aplikasi Simon Rain ke daerah-daerah lain di Jawa Timur,” pungkasnya.(elo)