Pengurus ILUNI UI Minta Setya Novanto Mengundurkan Diri Dari Ketua DPR RI

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) yang dipimpin oleh Arief B. Hardono meminta Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Selain untuk fokus menghadapi dan menyelesaikan kasus tuntutan hukumnya juga untuk mengembalikan citra dan marwah dari lembaga tinggi negara, DPR RI sebagai lembaga berkumpulnya para wakil rakyat terpilih yang menjalankan fungsi dan tugas  pengawasan roda pemerintahan dan lembaga legislasi atau pembentukan undang-undang.

Jika ketua DPR RI dipimpin  orang yang sedang berstatus tersangka, bagaimana bisa menjalankan tugas dan fungsi pengawasan.

“Bagaimana mungkin DPR RI  masih dipimpin oleh anggota  yang berstatus tersangka. Karena itu sudah sepantasnya wakil rakyat yang masih memiliki integritas dan ahlak serta moral yang baik, segera meminta Setyo Novanto mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR RI,” papar Ketua ILUNI UI Tommy Suryatama kepada pers, Selasa (28/11/2017) di Jakarta. Tommy Suryatama didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) ILUNI UI Andre Rahadian.

Ditambahkan Tommy Suryatama, DPR RI memegang fungsi penting sebagai pengawas jalannya roda pemerintahan, selain membuat berbagai macam undang-undang yang dibutuhkan masyarakat untuk menata jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik. Bagaimana mungkin DPR RI melaksanakan kewibawaan untuk menegur pemerintah baik presiden, kementrian negara maupun lembaga pemerintah  setingkat menteri, jika Ketua DPR RI nya sendiri memiliki masalah berstatus tersangka dan sedang mendekam dalam tahanan KPK karena tuduhan korupsi.

Bagaimana anggota DPR RI bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan jujur, bila kursi Ketua nya tidak ada di DPR RI karena sedang ditahan  KPK.

“Sebaliknya, bagaimana rakyat yang diwakili para anggota DPR RI bisa hormat dan menaruh harapannya kepada DPR RI bila, ketuanya tidak pernah hadir di DPR RI karena sedang mendekam dalam tahanan dengan tuduhan yang amat dibenci rakyat, Korupsi. Sementara korupsi saat ini masuk kejahatan luar biasa. Karena korupsi rakyat menjadi miskin. Karena korupsi jutaan rakyat kehilangan gedung dan prasarana sekolah yang baik. Karena korupsi rakyat miskin tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Karena korupsi negara jadi memiliki hutang yang sangat banyak dan APBN setiap tahun seperempatnya habis buat bayar cicilan dan bunga hutang,” papar Ketua ILUNI UI yang juga aktifis GAK (Gerakan Anti Korupsi).

Baik Tommy Suryatama maupun Andre Rahadian meminta Setya Novanto menunjukkan dirinya sebagai politisi berkelas negarawan dan berjiwa satria. Yakni, secara sukarela mengundurkan diri dari jabatan ketua DPR RI dan  fokus menghadapi kasus yang dituduhkan pada dirinya, bukan sebaliknya menyandera DPR RI untuk melepaskan dirinya dari jeratan hukum. Jika Setya Novanto  tidak bersalah dan tuduhan-tuduhan yang menyebutkan dirinya melakukan tindakan korupsi adalah salah, maka di sidang pengadilan nanti, bisa melakukan pembelaan diri dengan memberikan berbagai macam bukti meringankan. Bila dirinya benar, kemungkinan besar para hakim akan membebaskan dirinya. Bila dirinnya bebas dari jeratan kasus hukum, Setya Novanto dapat kembali ke gelanggang politik nasional  dengan lebih berlapang dada dan wibawa serta kehormatan yang jauh lebih baik.

Jika Setyo Novanto bersikeras tetap tidak mau mengundurkan diri, Pengurus ILUNI UI menghimbau para wakil rakyat yang terhormat di DPR RI  mengambil inisiatif atau memprakarsai upaya pemecatan Setya Novanto lewat jalur yang memungkinkan di DPR RI baik yang sesuai dengan Undang-undang No. 17 tahun 2014 atau UU MD 3 maupun lewat peraturan internal DPR RI itu sendiri. Dalam pernyataannya Ketua Umum ILUNI UI, Arief B Hardono menyebut bahwa  yang terjadi dan dipertontonkan saat ini sangat  menggangu sosio kultural bangsa Indonesia.

“Kami berharap, Setya Novanto benar-benar menunjukkan jiwa kenegarawanannya. Begitu dinyatakan sebagai tersangka dan meringkuk di tahanan, harusnyasegera menyatakan mundur. Jangan sandera lembaga terhormat seperti DPR RI Untuk kepentingan dirinya agar bisa terbebas dari jeratan hukum.  Jika Setya Novanto mengundurkan diri, dari jabatan Ketua DPR RI, kami yakin anggota DPR RI  serta para politisi dan masyarakat umum akan memberikan respek. Soal apakah tuduhan KPK terbukti atau tidak, kita tunggu sidang pengadilan tindak pidana korupsi atau TIPIKOR, “ papar Sekjen ILUNI UI yang sehari hari berprofesi sebagai pengacara.

Baik Tommy maupun Andre enggan menanggapi riak-riak yang terjadi ditubuh Partai Golkar dimana banyak kadernya yang juga meminta Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatan Ketua umum Partai Golkar, baik menang maupun kalah di sidang Pra Pradilan. Alasannya itu, urusan internal Partai Golkar sendiri.

“Kami hanya meminta Bapak Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum DPR RI. Agar DPR RI kembali dipimpin orang-orang terhomat sehingga tugas dan fungsinya mengawasi jalannya pemerintah dan membuat Undang-undang serta tugas-tegas kenegaraan lainnya tidak terganggu.(awi)