Eksekusi Rumah, Oleh PN Jombang Diwarnai Kericuhan

suasana eksekusi rumah oleh PN Jombang yang sempat ricuh

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Proses eksekusi rumah yang berada di Desa Ngrandu Lor, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, oleh Pengadilan Negeri (PN) Jombang, berjalan ricuh. Hal ini dikarenakan pemilik rumah berusaha menghalangi petugas juru sita dari PN Jombang.

Aksi perlawanan yang dilakukan oleh pemilik rumah ini dilakukan saat juru sita hendak membuka gerbang rumah tersebut. Bahkan Wuliadi (50) selaku pemilik rumah sempat melemparkan sebotol bahan bakar pada petugas juru sita yang hendak melakukan eksekusi.

Perlawanan yang dilakukan oleh Wuliadi ini, dikarenakan pihaknya merasa tertipu lantaran ia tidak mengetahui terkait kasus sengketa rumah miliknya. Menurut Muliadi masalah bermula dari dipinjamkannya sertifikat rumah miliknya kepada Rudianto salah satu temannya. Atas peristiwa tersebut, belakangan Wuliadi mengetahui sertifikat rumah miliknya sudah berpindah tangan ke pihak lain.

“Awalnya Rudianto pinjam sertifikat untuk tambahan modal dan dia mengajak saya ketemu temannya yang mengaku bisa mencairkan modal. Lah kok akhirnya sampai muncul yang namanya Akta Jual Beli (AJB),”  kata Wuliadi saat ditemui sejumlah wartawan, Selasa 28 November 2017.

Masih menurut Wuliadi, pihaknya tidak mengetahui adanya pemindahan kepemilikan sertifikat tanahnya kepada pihak lain melalui proses AJB. Ia baru mengatahuinya ketika ada pihak bank yang akan mengeksekusi rumahnya.

“Saya tidak mengetahui soal AJB. Bahkan saya baru mengetahui ketika saya masih berada di Kalimantan, ketika itu ada pihak bank yang akan melakukan eksekusi rumah saya,” ujarnya.

Sementara itu, Beni Hendro Yulianto SH, selaku kuasa hukum dari Wuliadi mengatakan bahwa ada kesalahan pada saat proses eksekusi.”Pada surat permohonan bantuan keamanan untuk pelaksanaan eksekusi, dalam perkara no : 7/Pdt.Eks/HL/2017?Pn.Jbg. tertanggal 22 November 2017, yang dikeluarkan oleh PN tertulis nama Jumiati pemilik rumah, sedangkan pada faktanya pemilik rumah bernama Sumujiati,” ungkap Beny.

Lanjut Beny, pihak Wuliadi juga telah membuat Pengaduan Masyarakat (Dumas) pada Polres Jombang terkait masalah tersebut. “Kemarin Pak Wuliadi sudah membuat Dumas ke Polres,tetapi di SP3 karena dianggap tidak ada unsur pidananya, untuk selanjutnya pihak Wuliadai akan melaporkan perkara ini ke Polda Jatim,” tegasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sumantri SH, selaku Juru Sita PN Jombang, menegaskan bahwa dalam melakukan eksekusi pihaknya sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan sesuai dengan amar putusan oleh PN Jombang. “Tidak ada kekeliruan apapun. Bisa dicek ke Pengadilan Negeri Jombang,” tuturnya singkat.

Dari data yang dihimpun redaksi, PN Jombang telah menjatuhkan putusan eksekusi terhadap objek sengkata perkara nomor 7/Pdt.Eks.HL/2017/PnJbg atas nama pemohon eksekusi yang diajukan oleh Bachroien Warga Desa Magersari, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, terhadap Surat Hak Milik (SHM) nomor 00312 milik Jumiati warga Desa Ngrandu Lor, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.(elo)