Home / Birokrasi / Daerah / Demokrasi / Hukum / Jatim / News / Peristiwa

Rabu, 25 Mei 2022 - 20:26 WIB

Hakim Tunggal PN Surabaya Tolak Permohonan Pembubaran PT SGP

Editor - ADDY

Billy Handiwiyanto (tengah), kuasa hukum termohon dari PT Soyu Giri Primedika (SGP), (foto: Ady_Kicom)

Billy Handiwiyanto (tengah), kuasa hukum termohon dari PT Soyu Giri Primedika (SGP), (foto: Ady_Kicom)

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Perkara permohonan pembubaran PT Soyu Giri Primedika (SGP) yang diajukan Achmad Prihantoyo dan Abdul Majid terhadap dokter Muhammad Sofyanto dan dokter Yudi Her Oktaviono ditolak seluruhnya oleh hakim tunggal Titik Budi Winarni.

Seperti kita ketahui, perkara tersebut sebelumnya ditangani oleh hakim non aktif Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat. Namun, saat masih proses persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), Itong keburu tertangkap tangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima suap untuk mengabulkan permohonan tersebut.

Baca Juga  10 Finalis Stand Up Comedy Meriahkan HUT Bhayangkara ke 76

Tak sendirian, Itong ditangkap bersama panitera pengganti M Hamdan, pemohon Achmad Prihantoyo, dan kuasa hukum pemohon Hendro Kasiono serta asisten panitera Dewi. Kelimanya ditetapkan tersangka karena diduga terlibat dalam praktek suap senilai Rp 1,3 miliar.

Kepastian putusan terhadap perkara tersebut diungkapkan oleh Billy Handiwiyanto, kuasa hukum termohon. Saat ditemui, Billy membenarkan bila hakim menolak seluruhnya permohonan pemohon berdasarkan pasal 142 Undang-undang Perseroan Terbatas.

“DiputusaN tadi siang sekira pukul 12.00 WIB. sidangnya singkat karena cuma amar putusannya saja. Dalam pertimbangannya, hakim menyebutkan tidak adanya RUPS yang membahas terkait pembubaran PT. Dan juga para pemohon tidak mempunyai legal standing untuk mengajukan pembubaran PT,” kata Billy, Rabu (25/5).

Baca Juga  Logo Baru Diluncurkan, Wali Kota Kediri Harapkan Perumda Pasar Joyoboyo Lebih Keren Lagi

Terhadap putusan perkara ini, Billy menyampaikan terima kasih kepada hakim karena sudah memutus secara adil. Saat ini, diakui bahwa pihaknya sedang menunggu langkah selanjutnya dari pihak pemohon.

“Kita tunggu langkah dari pemohon, apakah melakukan upaya hukum atau menerima putusan. Harapan kami ya ingin cepat inkracht saja,” ucapnya. Ady

Share :

Baca Juga

Jatim

Upayakan Ekonomi Terus Berjalan dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Birokrasi

Polda Jatim Ringkus Dua Pelaku Penjualan Satwa Dilindungi di Medsos

Daerah

Tunas Indonesia Raya Jatim Ajak Kaum Milenial Berkecimpung di Dunia Politik

Jabar

KRYD Mandiril Polsek Indramayu Berantas Miras dan Prostitusi Ilegal

Militer

Ini Permintaan Puan Pada Pembekalan Rapim TNI-Polri 2022

Jatim

Orangtua Meninggal Karena Covid-19, Polantas Sidoarjo Asuh Anak Yatim Piatu

Health

Dorong Upaya Pemulihan Sosial Ekonomi Masyarakat, BNPB Dukung Optimalisasi Posko PPKM Level 4 Lewat Distribusi Masker

Birokrasi

Berkas Perkara Penculikan Ara Sudah P21, Pakdhe dan Budhe Segera Diadili