GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Manusia zaman kini sulit lepas dari plastik. Kepraktisan dan kemudahan plastik membuat manusia sulit berpaling dari bahan ini. Mulai dari kantong plastik hingga barang rumah tangga, sebagian besar menggunakan bahan plastik. Sayangnya, pengelolaan sampah plastik belum dilakukan secara bijaksana sehingga berpotensi memunculkan masalah di kemudian hari.

Sampah memang jadi isu nasional, terutama di daerah kawasan Industri dan perumahan, walaupun sudah di tangani dengan berbagai cara tetap saja bermunculan kasus sampah baru. Dan seakan tak akan pernah ada habisnya.

Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Gresik mengambil langkah tegas untuk penanganan sampah di kota pudak ini.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik M.Najikh mengatakan untuk penanganan sampah kita tegas. Terutama akan menindak tegas, sampah yang masuk dari luar Gresik. (25/6/2021)

“Berupa apapun itu, sampah dari luar yang masuk ke Gresik tidak boleh,”tegasnya.

Najikh menambahkan, ada beberapa Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di tiap Kecamatan. Bagi warga Gresik yang mata pencariannya memilah barang bekas bisa memilah di situ.

“Tidak usah mendatangkan sampah dari luar kota,” sambungnya.

“Kita sadar, semuanya itu adalah masalah perut,”kata dia.

Di singgung soal sampah yang didatangkan oleh Bambang (bukan warga Mondoluku-red), Najikh menegaskan, “kalau masih bandel kita akan tutup,”tegasnya.

“Sesuai batas waktu yang di tentukan, yang bersangkutan kita suruh clean up area tempat pembuangan sampah yang menjadi polemik itu. Kalau bandel, kita akan lakukan penutupan bersama Forkopimka Wringinanom,”pungkas Najikh.(Irwan_kanalindonesia.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here