Home / Jateng

Jumat, 17 Juni 2022 - 14:12 WIB

Idul Adha di Tengah Maraknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Hewan

Editor - ARSO

PEMALANG, KANALINDONESIA.COM: Idul Adha adalah hari untuk memperingati peristiwa pengorbanan, Seorang Hamba yang Taat kepada Allah Subhanallahu wara,alla , yaitu Nabi Ibrahim untuk mengorbankan Putranya Ismail, dengan cara di sembelih.

Namun Allah menggantikan putra kesayangannya Nabi Ibrahim dengan domba, hal teesebut sebagai wujud kepatuhan dan ketaatan Ibrahim kepada Allah.

Dari perjalanan Spiritual Nabi Ibrahim, yang rela mengorbankan anaknya sendiri karena perintah Allah, di jadikan peristiwa besar oleh umat islam, sebagai hari raya besar Idul Adha di tandai dengan menyembelih hewan Korban. untuk di bagikan kepada Umat yang membutuhkan.

Disamping itu sebagai peningkatan Gizi kepada umat akan tetapi esensinya adalah sebagai wujud ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah.

Di penghujung Rari Raya Idul Adha atau hari raya korban marak muncul penyakit pada hewan, yaitu Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) tentunya hal ini membuat sedikit kegelisahan masyarakat yang akan menunaikan ibadah menyembelih hewan korban seperti, kerbau, sapi dan domba atau kambing.

Baca Juga  Petani Pemalang Kembali Menjerit

Berikut syarat dan tanda-tanda hewan yang boleh dijadikan sebagai hewan korban pada Hari Raya Idul Adha 9 Juli 2022 / 1443 hijriyah nanti.

Hewan yang akan disembelih untuk korban harus sehat, tidak cacat, tidak makan kotoran dan tidak kurus serta tidak terpotong kaki maupun tanduknya.

Ada beberapa Hadist Rasulullah di dalam meneliti hewan untuk korban diantaranya untuk meneliti di bagian mata dan telinga hewan, serta Rasulullah memerintahkan menyembelih hewan korban dalam keadaan :
– MUQABALAH, yaitu hewan korban yang bagian depan telingannya terpotong.

– MUDABAROH , yaitu hewan korban yang bagian belakang telinganya terpotong.

– SYARQA , yaitu hewan korban yang telinganya terpotong secara memanjang.

– KHARQA ,yaitu hewan korban yang daun telinganya berlobang .

Ada beberapa larangan hewan yang untuk di sembelih buat Korban , antara lain , hewan korban yang buta dan jelas butanya , hewan pincang yang jelas pincangnya , hewan korban yang patah tulang tak dapat di disembuhkan , serta hewan korban yang sakit parah .

Baca Juga  Dua Warga Pemalang Meninggal Tertimbun Material Longsor

Aturan kriteria menyembelih hewan Korban dalam Islam kesimpulannya , hewan harus benar – benar sehat .

Padahal saat ini Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) merebak di Indonesia ,mengandung pemahaman bahwa hewan ternak tersebut tidak sehat.

Namun demikian tidak semua hewan ternak terkena PMK,sehingga perayaan hari raya Idul Adha atau Idul Korban , tetap bisa di laksanakan dengan memilih secara cermat hewan yang tidak terkena PMK .

Dikutip dari laman UGM AC.ID Direktur pusat kajian hewan halal , Fakultas Peternakan UGM ,ir Nanung Danang Doro , Spt , MP ,Phd ,IPM ASEAN Eng ,Menghimbau kepada masyrakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membeli hewan ternak , menjelang hari raya Idul Adha .

PMK tidak di tularkan Manusia atau bukan penyakit ZOONOSIS
sehingga daging dan Susu aman di komsumsi , namun demikian penyakit ini menular antar ternak ,dengan sangat cepat sehingga masyarakat perlu ,berhati – hati dalam memilih hewan korban , pastikan yang sehat dan memenuhi syarat ,katanya selasa ( 14 /06 ) kemarin.

Ragil – 74

Share :

Baca Juga

Jateng

Tingkatkan Keandalan Listrik Pulau Jawa, PLN Operasikan SUTET 500 kV PLTU Tanjung Jati B – Pemalang dan GITET 500 kV Pemalang 

Jateng

Peringati HBP Ke-58, Rutan Pemalang Kemenkumham Jateng Laksanakan Donor Darah

Birokrasi

TNI/Polri Gencarkan Vaksinasi, Sasar Pelajar dan Mahasiswa

Jateng

Masuk Era Digitalisasi, Belanja di Pasar Legi Bisa Pakai QRIS

Jateng

Bupati Pemalang Berikan Bantuan kepada Mantan Teroris

Jateng

Presiden Jokowi : Lahirkan Mahasiswa Unggul dan Utuh

Daerah

Partai PKB Sukses Cetuskan Raperda Pesantren

Daerah

Petisi “Hentikan Rencana Pertambangan Batuan Andesit di Desa Wadas” Ditandatangani Lebih Dari 33.000 Pendukung