Kumpulkan Tanda Tangan, PCTAI Tolak Istilah Kemerdekaan Republik Indonesia

KANALINDONESIA.COM : Bersamaan dengan acara ” Tasyakuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-71′ di lapangan Monumen Hubbul Wathon Minal Iman, Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang, Kamis (18/8/2016) malam, Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) Jombang melakukan pengumpulan tanda tangan sebagai bentuk aksi untuk merubah stigma ” Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang biasa digunakan pada ucapan peringatan 17 Agustus, menjadi “Kemerdekaan Bangsa Indonesia”.

Petisi tanda tangan tersebut rencananya akan dikirim kepada Presiden Republik Indonesia joko Widodo.

Ditemui di lokasi, Wakil Ketua Umum PCTAI, Edi Setiawan menuturkan,”pada tanggal 17 Agustus adalah Kemerdekaan ” Bangsa Indonesia “. Bukan Kemerdekaan ” Republik Indonesia “.

Baca:  Kondisi Ibu Penenggak Racun Mulai Membaik, Tiga Jenazah Anaknya Masih Diotopsi

Menurutnya, istilah yang sering digunakan tersebut harus dirubah dengan dasar tidak ada satupun kata Republik pada teks Proklamasi. Bahkan saat Sukarno – Hatta membacakan proklamasi 17 Agustus 1945, negara atau pemerintahan Indonesia belum ada.

“Tidak ada satupun kata republik pada teks proklamasi, justru dengan tegas menyebut bangsa indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan indonesia….., dan Atas nama bangsa indonesia…., begitu juga pada pembukaan UUD 45 (undang undang dasar) maka rakyat indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya,…., maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan indonesia itu dalam suatu undang undang dasar negara indonesia,” Jelasnya.

Lebih lanjut dikatakanya, “selama ini kita dan rakyat Indonesia terjebak dalam istilah ” Kemerdekaan Republik Indonesia”. Padahal, penggunaan istilah ” Kemerdekaan Republik ” salah kaprah dan mengingkari sejarah bahkan menyalahi konstitusi. Yang benar adalah ‘Bangsa Indonesia. 17 Agustus 1945 adalah peristiwa cetusan Kemerdekaan Bangsa Indonesia,”tegasnya.

Baca:  Razia Ops Aman Semeru 2019 Polres Pamekasan Ke Sejumlah Hotel dan Tempat Hiburan Nihil Pengguna Narkoba

Namun, yang terjadi saat ini salah kaprah, peringatan 17 Agustus dikatakan sebagai HUT Kemerdekaan RI, padahal, yang sebenarnya adalah HUT Bangsa Indonesia.

“Agar kesalahan ini tidak terus berulang, PCTAI membuat petisi penolakan dengan menggalang tanda tangan. Selanjutnya, petisi tersebut akan dikirim ke Presiden Jokowi. Dengan harapan membuat surat keputusan yang intinya istilah ” Kemerdekaan Republik Indonesia”  diganti menjadi ” Kemerdekaan Bangsa Indonesia”,urainya.

Kedepan Ia berharap agar Keputusan Presiden RI nantinya bisa mengikat dan disosialisasikan ke seluruh aparatur negara dan juga seluruh elemen masyarakat. Sehingga, setiap acara peringatan kemerdekaan menggunakan frase ‘ Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, bukan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Sedangkan Negara Republik Indonesia didirikan pada tanggal 18 Agustus 1945, ditandai dengan disahkannya Pancasila sebagai dasar negara, pengesahan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan dilantiknya Soekarno dan Moch Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden pertama bangsa indonesia. Maka dari itu, Indonesia sebagai pemerintahan atau state itu baru terbentuk 18 Agustus 1945,” Ungkapnya.

Baca:  Terkait Fenomena Alam Sumur Ambles Danrem 082/CPYJ Beri Solusi

Acara syukuran kemerdekaan bangsa indonesia tersebut dihadiri pengasuh pesantren majma’al bahrain shiddiqiyah Al mukarom Syekh Kyai Muchammad Muchtar, Bupati Jombang, Nyono Suharli, Wakil Bupati Jombang Munjidah Wahab, dan jajaran Forpimda Kabupaten Jombang, serta tokoh lintas agama.

 

(elo)