Home / Birokrasi / Daerah / Demokrasi / Hukum / Jatim / News / Peristiwa

Rabu, 22 Juni 2022 - 19:39 WIB

Kejati Jatim Jebloskan Tersangka Kasus Kredit Macet Bank Plat Merah Cabang Jember ke Penjara

Editor - ADDY

Tiga tersangka kasus kredit macet bank plat merah di Jember saat digiring petugas ke Cabang Rutan Kelas I Surabaya pada Kejati Jatim

Tiga tersangka kasus kredit macet bank plat merah di Jember saat digiring petugas ke Cabang Rutan Kelas I Surabaya pada Kejati Jatim

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim kembali mengungkap kasus dugaan kredit macet modal kerja pola keppres oleh CV Mutiara Indah Jember kepada Bank berplat merah Cabang Jember. Ada tiga tersangka yang ditahan dalam kasus ini.

Kepala Kejati (Kajati) Jatim, Mia Amiati menyebut, akibatnya negara merugi mencapai Rp4,7 miliar. Tiga orang tersangka itu bernama (inisial) MIN (58), selaku pimpinan Bank Jatim Cabang Jember periode Maret 2015 sampai dengan 17 April 2019, MY (53) selaku Direktur CV Mutiara Indah dan NS (59) selaku Komanditer CV Mutiara Indah Jember.

Baca Juga  Perdokla Gelar Kongres Perdokla Tahun 2022, Pemilihan Ketum dan Ketua Perdokla  

“Ketiga tersangka ditahan selama 20 hari ke depan di Cabang Rutan Kelas I Surabaya pada Kejati Jatim,” kata Kajati Jatim, Mia Amiati, Rabu (22/6).

Mia menerangkan, kasus berawal pada 21 April 2015 saat NS memerintahkan MY mengajukan kredit atau pinjaman modal kerja polda keppres kepada Bank plat merah Cabang Jember sebesar Rp 6 miliar menggunakan CV Mutiara Indah. Guna memperlancar proses pengajuan pinjaman, NS dan MY membuat dokumen cessie pembayaran pekerjaan dan kontrak pekerjaan proyek yang tidak ada.

Proyek itu, sambung Mia, yaitu revitalisasi dan destinasi wisata siap kunjung taman air gua sunyaragi dengan harga borongan Rp9.309.000.000. setelah menerima kelengkapan berkas permohonan kredit. MIS mendisposisi kepada OH selaku penyelia agar kredit diproses sesuai ketentuan, dan ditindaklanjuti oleh OH dengan memerintahkan kepada WP dan ASR selaku analis untuk berkoordinasi dengan kantor pusat karena nilai plafond tersebut merupakan kewenangan dari kantor pusat.

Baca Juga  Meriahkan HUT Bhayangkara Ke 76, Polisi Mancing Bareng Wartawan

“Pada 7 Agustus 2015 Bank Kantor Pusat mengirimkan surat perihal persetujuan permohonan penambahan plafond kredit modal kerja keppres atas nama CV Mutiara Indah yang semula Rp2,2 miliar menjadi seluruhnya menjadi Rp4,7 miliar,” terangnya.

Share :

Baca Juga

Birokrasi

Jaksa Hadirkan Korban, Kuasa Hukum Istri Bos Hotel Kecewa Crazy Rich Tidak Ditahan

Jatim

Salah satu Ikhtiar Cegah Covid 19, Santri Ponpes Darul Ulum Jombang Ikut Jalani dan Sukseskan Program Vaksinasi

Jatim

Kota Kediri Berhasil Naikkan Level Smart City Tahun 2021. Kepala Diskominfo: Smart City Melibatkan Partisipasi Semua Perangkat Daerah dan Stekeholder

Jabar

Dua Hektar Sawah dan 26 Unit Rumah Terancam Tertimbun Longsor di Kabupaten Sumedang

Birokrasi

Lockdowon Terbatas PN Surabaya Diperpanjang Hingga 25 Juli

Hukum

Simpan Narkotika di Jok Sepeda Motor, Dua Pemuda di Bener Meriah Diamankan Polisi
Serbuan Vaksinasi di Papua Barat

Peristiwa

Kodam XVIII/Kasuari Terus Gencarkan Serbuan Vaksinasi di Papua Barat

Jatim

Ini yang Diharapkan Wali Kota Kediri Pada Hari Jadi Ke-3 SAROJA