Nelayan Andon Keluhkan Cuaca Buruk Pantai Pacitan

Nelayan Andon ( ilustrasi)

KANALINDONESIA.COM :Akibat cuaca buruk yang memicu datangnya ombak tinggi, sejumlah nelayan andon (pendatang) di sekitar Pelabuhan Watukarung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur sepekan terakhir terpaksa harus menghentikan seluruh aktivitas melaut.

“Mau bertahan juga menganggur. Kalau kondisi masih tidak menentu ya terpaksa pulang dulu. Lebih baik kumpul keluarga daripada disini tapi tidak melakukan apa-apa,” kata Syarif, salah satu nelayan andon asal Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Syarif(50) mengatakan, kondisi cuaca buruk diperkirakan masih akan terjadi hingga sepekan ke depan sehingga membuat mereka nyaris tak mendapat penghasilan.

“Sebenarnya tidak terlalu merugi karena penginapan dan biaya hidup kami selama tinggal di Pacitan ditanggung majikan yang pemilik kapal,”ucapnya.

Baca:  Pengurangan Gas Elpiji

Bahkan ketika tidak melaut akibat cuaca buruk seperti sekarang, kata dia, makan-minum serta kebutuhan dasar sehari-hari tetap dijamin oleh majikannya itu.

“Tapi kalau tidak kerja ya tidak enak juga. Rugi secara waktu karena meski hidup ditanggung tapi tidak mendapat hasil (upah),” katanya. Jumlah nelayan andon yang menjadi buruh kapal seperti Syarif di Pacitan cukup banyak.

Di Pelabuhan Watukarung saja, kata Syarif, jumlahnya ada sekitar 100 nelayan lebih. Mereka sebagian besar berasal dari wilayah Jawa Barat, Cilacap, serta luar Jawa terutama Sulawesi.
“Di Pelabuhan Tamperan jumlahnya lebih banyak lagi. Paling bisa sampai 600 hingga 1.000 an,” kata Syarif.

Bekerja sebagai buruh nelayan seperti Syarif cukup menjanjikan. Saat musim ikan layur seperti beberapa pekan sebelum cuaca buruk terjadi, satu hari melaut setiap buruh kapal pancing bisa memperoleh upah atau pembagian hasil sebesar Rp 1 juta. Namun saat musim ikan belum tinggi, kata dia, bagi hasil penjualan tangkapan ikan bisa hanya beberapa ratus ribu saja.
“Saat musim bagus seperti selama bulan Ramadhan lalu dengan 15 hari kerja (melaut) saya bisa membawa pulang uang sekitar Rp 25 juta. Pendapatan tidak tentu, bisa fluktuatif cuma Rp 2 juta atau Rp 3 juta saja sebulan. Semua tergantung musim ikan dan cuaca,” katanya.

Baca:  Kerjasama Strategis: Blibli.com Gandeng Pos Indonesia Untuk Bersama Jangkau Pasar Lebih Luas

AD