Komisi III DPR RI Minta Segera Tangkap Provokator Bentrokan TNI AD dan Warga di Medan

Ilustrasi Bentrok

KANALINDONESIA.COM, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Raden Muhammad Syafi’i meminta aparat penegak hukum untuk menangkap pengusaha yang menjadi dalang atau provokator bentrokan antara anggota TNI Angkatan Udara dan masyarakat desa Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

“Tidak mungkin TNI akan bertindak berdiri sendiri melawan rakyatnya karena tidak ada SOP (standart operating prosedure)  untuk menyiksa, menakut-nakuti, merusak mesjid dan menista agama.Aparat TNI pasti sudah diprovokasi oleh pihak lain yang tidak lain adalah pengusaha yang ingin mengambil alih pengusaan tanah rakyat itu,” tegas M. Syafi’ie pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Baca:  Pengerjaan Proyek Plengsengan Asal-Asalan, Dinas PUPR Panggil Rekanan

Pengusaha  ini menurut politisi Gerindra itu ingin menguasai lahan seluas kurang lebih 260 ha yang ditempati oleh kurang lebih 36 ribu jiwa atau 5300 kepala keluarga dengan cara-cara melawan hukum.  “Pengusaha ini berani mengadu domba rakyat dengan TNI yang mereka cintai. Mereka bahkan tidak segan-segan menistakan agama Islam. Sudah banyak mesjid yang mereka robohkan untuk diambil alih lahannya,” ujarnya.

Karena itu dia meminta Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo untuk menindak tegas aparat TNI yang selama ini melindungi para pengusaha seperti ini.Selama ini menurutnya belum pernah  ada aparat di Sumut khususnya di Medan yang melindungi tanah rakyat dari “perampokan” para pengusaha tersebut. ”Rakyat mendapatkan kesan bahwa para pengusaha ini bisa bertindak sesuka hatinya karena dilindungi oleh aparat demi kepentingan bisnis para pengusaha itu.Jika rakyat minta perlindungan, aparat justru melindungi para pengusaha itu,” tambahnya.

Baca:  Resmikan Senam Islam Nusantara, Menpora Ingin Olahraga Selalu Hadir di Masyarakat