Satu Pelaku Penyerangan Pos TNI Nduga Papua Berhasil Dilumpuhkan

KANALINDONESIA.COM, NDUGA: Pada saat malam pergantian tahun baru, Pos TNI yang berada di Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua diserang sekelompok pemuda. Akibatnya satu orang pelaku penyerangan meninggal dunia. Kepala penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kol. Inf. Moh Aidi yang berhasil dikonfirmasi membenarkan adanya penyerangan tersebut.

Aidi menjelaskan, saat itu masyarakat berkunjung ke Pos TNI untuk bersilahturahmi merayakan tahun baru. Menjelang siang hari masyarakat mulai meninggalkan pos, namun ada 4 orang pemuda yang masih duduk duduk di honai, anggota TNI yang berada di pos pun menyuguhi makanan dan minuman ringan.

Lebih lanjut dijelaskan, saat anggota TNI melanjutkan kegiatan rutin dalam pos, tiba-tiba 4 orang pemuda tersebut menerobos masuk dan melakukan perusakan menggunakan senjata tajam. “Anggota TNI terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan dari dalam kamar. Tiga orang pemuda melarikan diri, sementara salah satu dari mereka tetap berusaha merebut senjata yang dipegang oleh anggota,” ujar Aidi.

Pemuda tersebut tetap mengancam dengan parang dan berusaha merebut pistol milik salah seorang anggota TNI sehingga melukai tangan anggota TNI tersebut. “Pistol terjatuh ke lantai sehingga tidak bisa digunakan. Lalu dengan tangan kosong anggota mencoba melumpuhkan pemuda yang nengamuk tersebut,” lanjutnya.

Akibat tindakan bela diri yang terpaksa dilakukan anggota TNI tersebut, pelaku penyerangan yang diketahui bernama Apenangge Kogoya jatuh pingsan dan kemudian diketahui meninggal dunia. Pihak Kodam XVII/Cenderawasih melalui Kapendam, sangat menyayangkan penyerangan pos tersebut. Peristiwa penyerangan itu dinilai menodai kekhidmatan suasana Natal dan tahun baru di Papua.

“Kodam telah membentuk tim investigasi bersama unsur Polri dan Pemda Kabupaten Nduga untuk menyelidiki motif penyerangan tersebut. Kami juga melaksanakan pemeriksaan terhadap anggota TNI yang terlibat langsung di TKP guna memastikan apakah ada kesalahan prosedur atau tidak dalam penanganan terhadap pelaku penyerangan,” katanya.

Bila ditemukan pelanggaran terhadap prosedur, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap personil TNI tersebut sesuai dengan tingkat pelanggarannya. “Kami menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus penyerangan Pos TNI yang melibatkan Alm. Apenangge Kogoya alias Anekanus Kamarigi beserta 3 orang lainnya kepada pihak kepolisian setempat,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Nduga, Yairus Gwijangge yang sedang berada di Kota Jayapura, menyerahkan sepenuhnya kasus penyerangan pos TNI tersebut pada pihak kepolisian.

“Saya sudah mendapatkan laporan dari staf saya bahwa keempat pemuda itu memang menyerang pos TNI. Oleh sebab itu saya himbau masyarakat untuk menyelesaikannya secara hukum. Serahkan kepada pihak keamanan untuk menyelesaikannya,” katanya saat dihubungi via telepon selular. Bupati beserta Wakil Bupati dan Ketua DPR menambahkan, bahwa besok, Rabu (3/1) akan berangkat kembali ke Kenyam.