Polres Pacitan Grebek Gudang Yang Diduga Simpan Garam Ilegal

KANALINDONESIA.COM, PACITAN: Unit IV Sat Reskrim Polres Pacitan melakukan penggerebekan gudang penyimpanan garam konsumsi berzodium yang diduga belum mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ), ijin edar dan tidak mencantumkan label Halal serta sertifikasi yang sudah tidak berlaku di UD. Garuda Sejahtera yang beralamatkan di RT/RW 01/02, Dusun Duduhan, Desa Mentoro, Kabupaten Pacitan.

Dari penggerebekan tersebut petugas berhasil mengamankan 480 ton garam tanpa izin edar ( ilegal ).

Penggerebekan dilakukan saat Sat Reskrim melakukan pemeriksaan bahan baku pangan secara rutin di wilayah hukum Polres Pacitan pada Selasa (02/01/2018) sore dan langsung dilakukan penyegelan.

” Saat ini Sat Reskrim Polres Pacitan telah mengungkap tindak pidana peredaran garam berzodium yang tanpa ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM )  tim Sat Reskrim menemukan pengepakan ( packing ) garam di UD. Garuda Sejatera dengan barang bukti bahan baku garam kasar sebanyak 264 ton, garam halus 15,3 ton. Dan garam yang sudah di packing untuk garam kasar sebanyak 805 ball ( 5,6 ton ) sedangkan garam halus 447 ball ( 1,7 Ton ) di wilayah Kabupaten Pacitan, temuan saat menggelar operasi pangan,” jelas Kapolres Pacitan AKBP Setyo K Heriyatno.

Kapolres menambahkan, “sementara ini ada tiga orang yang masih dalam pemeriksaan lebih lanjut, maka tiga orang kita mintai keterangan sebagai penanggung jawab gudang yakni AM (38), S (27) karyawan bagian admintrasi , dan F (30) karyawan bagian pengepakan. Apabila terbukti, para pelaku akan dikenakan pasal berlapis, yakni pasal 91 ayat 1 Jo pasal 142 UU RI No. 8 Tahun 2012 tentang Perlindungan Konsumen dengan denda Rp 4 miliar dan yang satu lagi, pasal 8 huruf H Jo pasal 62 UU RI No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara atau denda Rp 2 miliar,” tambah Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan awal, garam diduga berasal dari daerah Gresik, Jawa Timur. Atas pengungkapan ini, Sat Reskrim Polres Pacitan akan melakukan uji laboratorium dan berkoordinasi dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) apakah membahayakan untuk dikonsumsi atau tidak.

“Jika terbukti bersalah, pelaku akan dikenakan pasal berlapis tentang pangan dan perlindungan konsumen,” pungkas Kapolres. (Bc)