Partai Solidaritas Indonesia Buka Rekrutmen Caleg

KANALINDONESIA.COM, Surabaya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuka gelombang kedua rekrutmen bakal calon legislatif (caleg) untuk Pemilu 2019.

Ketua Umum PSI, Grace Natalie, menyatakan dalam rekrutmen ini akan kembali digelar wawancara secara terbuka yang melibatkan para anggota Panitia Seleksi (Pansel).

Selain nama-nama yang sudah terlibat di gelombang pertama, ada tambahan anggota Pansel, yaitu advokat senior Todung Mulya Lubis, mantan Rektor UIN Jakarta Azyumardi Azra, mantan Menkeu Muhammad Chatib Basri, pakar Hubungan Internasional Clara Juwono, tokoh perempuan Natalia Soebagjo, pakar hukum Bivitri Susanti, penulis Goenawan Mohamad, dan pegiat sosial Atika Makarim.

“Wawancara dilakukan secara terbuka agar masyarakat mengenal caleg yang dipilih. Selama ini masyarakat memilih tanpa mengetahui rekam jejak caleg,” kata Grace dalam siaran pers, Selasa (2/1/2018).

Gagasan pokok seleksi caleg ini adalah keyakinan bahwa partai politik berperan sangat penting di Indonesia. Namun ironisnya, yang terjadi selama belum kunjung terjadi reformasi internal di partai politik.

“Salah satu masalah utama di parpol adalah sistem rekrutmen calon anggota legislatif yang tidak transparan. Tidak mengherankan praktik korupsi, misalnya, masih sangat marak,” ungkap Grace.

Karena itu PSI ingin membangun tradisi dan standar baru. Rekrutmen caleg dijalankan dengan profesional dan transparan. Kalau proses dan sistemnya diperbaiki, diharapkan kualitas anggota legislatif juga jauh lebih baik.

Pada gelombang pertama, ada 1.155 pendaftar. Dari 146 peserta yang mengikuti tes wawacara, PSI menetapkan 57 calon dinyatakan lolos, 58 lolos dengan syarat. Sementara, 31 orang dinyatakan tidak lolos.

“Pada gelombang kedua, saya berharap ada lebih banyak perempuan yang mendaftar. Masih sangat kurang. Sehingga mudah-mudahan minimal sepertiga dari calon legislatif PSI nanti perempuan,” ujar salah seorang anggota Pansel, Mari Elka Pangestu.

Selain Mari, anggota Pansel yang terlibat di gelombang pertama adalah mantan Ketua MK Mahfud MD, mantan Komisioner KPK Bibit Samad Rianto, praktisi pendidikan Henny Supolo, mantan Komisioner Komnas Perempuan dan Anak Neng Dara Affiah, dan pengamat politik Djayadi Hanan.

Selanjutnya, ada mantan hakim dan pakar hukum Asep Iwan Iriawan, advokat senior Tuti Hadiputranto, dan dosen Komunikasi UI Ade Armando, dosen Fakultas Hukum UGM Zainal Arifin Mochtar, guru besar psikologi UI Hamdi Muluk, dosen ilmu politik UI Sri Budi Eko Wardhani, dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi.

Pendaftaran gelombang kedua ini akan ditutup pada 31 Januari 2018. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai proses rekrutmen, silahkan kunjungi www.psi.id.