Terapi Sengat Lebah

KANALINDONESIA.COM, MALANG: Haryono Gunawan sedang menterapi salah satu pengunjung wisata petik madu di Jalan. Dr. Wahidin 8 Desa Bedali, Lawang, Malang, Jawa Timur, Kamis (4/1/2018).

Terapi sengat lebah atau Apipuntur telah diakui oleh WHO (organisasi kesehatan dunia) pada konferensi ke 2 terapi akupuntur pebah dan apiterapi di Nanjing Cina tahun 1993 sebagai alternatif pengobatan.

Sengat lebah mempunyai bisa yang mengandung air dan enzim-enzim seperti fosfolipase A dan hialuronidase, zat melitin, adolapian, apamin dan MCD peptida, beberapa zat aktif biokimia dan farmakologis, seperti histamine, dopamin, peptide M, minimin. untuk mengobati rematik meregulasi ketegangan sistem saraf dan menormalkan kegiatan cortex cerebral dan meningkatkan daya kontraksi otot jantung dan syndrome kemunduran fungsi jantung. Foto_kanalindonesia.com/kurniawan/18.