Guru dilaporkan ke Polisi, Gara-gara Tampar Murid yang Motornya Tanpa Spion

Koraban saat melapor ke Polres Mojokerto didampingi orang tuanya                                     ( FOTO : ELO) 

KANALINDONESIA.COM :Seorang guru SMK Negeri 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, berinisial F dilaporkan muridnya sendiri, SW (16) ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. F dituduh telah menampar korban sebanyak lima kali di bagian pipi karena motor korban kedapatan tak dilengkapi spion.

Kejadian ini berawal dari  korban yang saat hendak memasuki halaman sekolah sekitar pukul 06.30 WIB, Senin (22/8/2016). Melihat motor korban tak dilengkapi spion, dua orang guru menegurnya dan memanggil F yang merupakan Ketua Gerakan Disiplin Siswa (GDS) di SMK Negeri 1 Mojoanyar inipun menghampiri pelajar kelas 2 jurusan bidang Persiapan Grafika.

Baca:  Awas !!!, Marak Kejahatan Bobol ATM dengan Modus Ganjal Kartu ATM di Mojokerto

Korban menjelaskan, jika ia habis jatuh dan spionnya patah sehingga tak sempat memperbaikinya. Namun diduga terjadi kesalahapaham hingga aksi dugaan penganiayaan pun terjadi. Korban warga Dusun Ngembetsari Betro, Desa Gebangmalang Kecamatan Mojoanyar ini pun memilih pulang dan menceritakan ke orang tuanya.

Tak terima dengan kejadian yang menimpa anaknya, orang tua korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Mojokerto. Di Mapolsek Mojoanyar, kedua belah pihak dimediasi polisi namun tak membuahkan hasil hingga akhirnya permasalahan tersebut dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto.

“Sebenarnya cuma satu spion saja. Tapi karena kemarin sempat jatuh, sehingga spionnya patah. Ketika dibawa ke sekolah, saya memang belum sempat membetulkan spion itu. Saya sudah menjawab namun dikira saya menantang, lalu guru F ini menampar saya sebanyak lima kali. Semuanya kena wajah dan tamparannya itu keras,” ungkap korban.

Baca:  Perindo Kota Mojokerto Yakin Bisa Beri Pengaruh pada Pilwali 2018

Paman korban, Sugiarto (40) mengaku, tak terima dengan yang terjadi terhadap keponakannya. “Keponakan saya ini sudah bayar uang sekolah tapi malah ditempeleng. Seharusnya jika memang salah karena spion, dibicarakan baik-baik. Sebenarnya sudah diusahakan penyelesaiannya secara kekeluargaan, tapi gurunya itu terus ngotot. Ya sudah saya ke Polres,” pungkasnya.

(elo)