Sosok Yon Koeswoyo Di Mata Musisi Dwiki Dharmawan

    Dwiki Dhamawan

    KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Musisi Dwiki Dharmawan kaget dan mengaku kehilangan atas meninggalnya pentolan grup musik legendaris Koes Plus yakni Yon Koeswoyo pada hari Jumat (5/1) pagi.

    “Saya sangat kehilangan sosok musisi handal Yon Koeswoyo yang sangat erat disapa dengan Yon Koes ini. Saya tidak menyangka Beliau pergi secepatnya,” ujar Dwiki Dharmawan dijumpai Kanalindonesia.com usai melayat di rumah duka Jl. Salak, Pamulang, Jumat (5/1) sore.

    Dwiki yang datang bersama Ryan  D’Massiv, penyanyi dangdut Fauzi dan Fauzan ini mengatakan Om Yon Koes mengabdikan hidupnya bagi perkembangan musik di Indonesia. Selain itu, almarhum diibaratkan sebagai bapak yang memberi contoh dan suri tauladan dalam berkarya bagi musisi-musisi di tanah air.

    “Saat masa jaya jayanya, Om Yon Koes sering memberikan masukan kepada musisi Jazz seperti saya ini. Saya hanya dapat menilai rasa kagum terhadap Beliau. Saya menilai karier perjalanan musiknya sangat bagus walaupun tidak mulus,” ungkap suami penyanyi Ita Purnamasari ini.

    Dwiki juga mengagumi karya-karya musik Koes Plus yang dimainkan almarhum seperti Kolam Susu, Andaikan Kau Datang, dan Kisah Sedih Di Hari Minggu.

    “Saya suka album dan lagu-lagu karya Koes Plus sebelumnya Koes Bersaudara. Banyak album dan lagu-lagu yang mereka keluarkan sangat menyentuh hati masyarakat Indonesia. Karya musik mereka juga merebut banyak penghargaan dan apresiasi baik di Indonesia maupun luar negeri,” tutur Dwiki Dharmawan.

    Sebagaimana diketahui Yon Koeswoyo yang lahir di Tuban, 27 September 1940 meninggal Jumat (5/1) pagi di kediamannya di Salak, Pamulang.

    Pemilik nama asli Koesjono ini diduga meninggal  karena sesak nafas ditambah lagi komplikasi diabetes yang sudah dideritanya setahun terakhir ini.

    Rencananya, almarhum yang mahir memainkan Rhythm Guitar dan sebagai vokalis ini dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, hari Sabtu (6/1).

    Selamat jalan Yon Koeswoyo. Semoga diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Karya-karyamu kan abadi tak lekang ditelan waktu. @Fatih