Bupati Ipong, Jalankan Gerbong Mutasi Perdana

Bupati Ipong bacakan sumpah jabatan yang diikuti perwakilan pejabat yang dilantik

KANALINDONESIA.COM :Ratusan pejabat eselon 2,3 dan 4 di jajaran Pemkab Ponorogo, akhirnya menjalani proses mutasi, Senin (22/08/2016).

Mutasi pertama di masa pemerintahan Bupati Ponorogo,Ipong Muchlissoni  itu, melantik 12 pejabat eselon 2 dan mutasi serta promosi  hampir 200 pejabat eselon 3 dan 4. Dari mutasi yang dilakukan, diakui Bupati sebagai penyegaran sekaligus menempatkan orang-orang sesuai kemampuannya.

Namun Bupati juga mendepak anak buahnya yang sempat berpolitik saat Pilkada lalu.

Tujuh jabatan diantaranya adalah kepala dinas yang sudah lolos seleksi melalui lelang terbuka. Dari rekomendasi timsel ketujuh dari 21 pejabat eselon 2 tersebut, 6 diantaranya berada di rangking 1.

Mereka adalah  Rahayu Kusdarini menjadi Kepala Dinas Kesehatan, Tutut Erlina Dinas Pendidikan, Jamus Kunto Dinas Pekerjaan Umum, I Made Jeren Dirut RSUD. Keempat orang ini sebelumnya menduduki Plt dinas masing-masing , dan dalam seleksi terbuka itu mereka  mendapat rangking pertama.

Baca:  Warga Mengeluh Arogansi Pelayanan Dispendukcapil Kabupaten Jombang

Satu-satuya yang dipilih bupati bukan rangking 1 adalah Suko Kartono sebagai sekretaris DPRD Ponorogo.

Karena dalam seleksi oleh timsel, Suko berada di rangking 2. Dan hal ini menjadi hak prerogratif bupati yang memang sangat subjektif untuk menentukan orang-orang yang akan membantu dirinya menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.

Dipilihnya Suko Kartono ini juga mendapatkan persetujuan pimpinan DPRD.

Sedangkan 5 orang eselon 2 lainnya adalah untuk Staf Ahli Bupati (1), Asisten (3) dan Arif Winarko sebagai Kepala BKD . Dalam mutasi itu ada 4 satker yang sengaja dilowongkan karena Kepala Dinas yang sudah ada ditarik sebagai asisten serta staf ahli bupati dan ada yang pensiun.

Empat satker yang kosong dan akan dilelang jabatannya pada bulan depan adalah Dinas Indagkop, Badan Kesbang, Inspektorat dan Bapemas Pemdes.

Baca:  Presiden: Arahkan Potensi Ekonomi Digital Indonesia bagi Kesejahteraan Masyarakat

“ Kan supaya ada penyegeran untuk peningkatan kinerja, walau memang belum sempurna karena sumbernya ( mutas) dulu. Paling lambat bulan depan sudah lelang yaitu 4 Dinas, Indagkop, Kesbang, Bapemas , Inspektorat. Ya, sementara akan Plt,” kata Bupati usai pelantikan di Pandopo  Agung Kabupaten.

Dalam sambutannya bupati juga menegaskan larangan adanya PNS berpolitik. Karena hal itu  memang tidak diperbolehkan. Sebagai wujud dari keseriusannya atas pelarangan itu, bupati  mendepak beberapa orang di eselon 3 yang selama ini ‘dianggap’ berpolitik. PNS tersebut dianggap berpolitik dengan mendukung  ‘salah satu calon’ saat pilkada lalu, maka yang bersangkutan dipindahkan ke posisi yang ‘kering’.

“Iya dong, politik PNS tidak boleh . Sudah ada yang kita ganti.  Bukan musuh, tapi tidak ingin PNS berpolitik, kalian tahu sendiri siapa,” tegasnya.

Baca:  Master Plan Komplek Pembangunan Perkantoran Bupati KLU Belum Final

Selain itu Ipong menegaskan, dalam mutasi dan promosi jabatan itu pihaknya tidak memberlakukan ‘wani piro’ seperti yang diduga berlaku di Ponorogo selama ini. Ipong menginginkan pemerintahannya diisi dengan orang-orang yang berkualitas sesuai bidangnya.

Ipong juga  menjanjikan, dalam bulan November atau Desember mendatang mutasi gelombang dua akan dilakukan, karena harus mengisi 4 satker yang kosong. Untuk itu seleksi terbuka segera akan dibuka lagi untuk eselon 2, disamping akan ada mutasi besar-besaran lagi untuk eselon 3 dan 4  di kahir tahun.

AD