Nelayan Lamongan: Pemerintah Sok Tau Dengan Fungsi Alat Tangkap Cantrang dan Payang

Ribuan Nelayan padati lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pelabuhan Perikanan Nasional Brondong (PPNB), Senin pagi (8/1/3018).

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Sekitar 2.000 nelayan se-Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) menggelar unjukrasa di TPI dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong di Kecamatan Brondong. Dalam tuntutannya, nelayan menolak kebijakan Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan terkait pelarangan alat tangkap cantrang dan Payang.

Ribuan nelayan sejak pagi sudah memenuhi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong untuk melakukan unjukrasa.

Ribuan warga berunjukrasa berjalan kaki dari TPI hingga Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong. Warga membawa sejumlah spanduk kecaman menuntut kebijakan Menteri Kalautan dan Perikanan untuk di cabut kembali.

Menurut Koordinator Unjukrasa Agus Mulyono, pemerintah sok tau dalam pemakaian alat tangkap cantrang dan payang. Pemerintah menilai bahwa alat Cantrang dan payang dapat merusak ekosistem laut. Hal tersebut dibantah oleh Aliansi Nelayan Indonesia.

“Pemerintah itu tidak tau bagaimana cara kerja alat cantrang dan payang, jadi kok main larang larang saja. Padahal alat ini tidak sampai merusak ekosistem laut,” Kata Agus.

Aksi Serempak dalam bentuk aksi unjuk rasa tersebut juga dilakukan di daerah lain. Selain unjukrasa, apel keprihatinan, long march dan nelayan berencana melakukan penggalangan Sejuta Surat untuk Presiden Jokowi.

“Kami juga akan menggalang sejuta surat di seluruh indonesia untuk Presiden Joko Widodo,” tambahnya.

aksi serempak Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) diberbagai daerah meminta kepada Presiden Jokowi agar melegalkan kembali alat tangkap Cantrang dan Payang secara nasional. (Fer)