Wacana Kenaikan Rokok Merugikan Pengusaha Rokok Lokal Tulungagung

Santoso HRD PR Cempaka

KANALINDONESIA.COM : Kabar bahwa pemerintah akan menaikkan harga rokok Rp. 50.000 per bungkus, membuat pengusaha rokok lokal galau. Hal ini dikarenakan akan berdampak langsung pada usaha putra daerah untuk memenuhi kesejahteraan hidupnya. Meskipun kabar kenaikan harga tersebut belum tentu benar, namun sudah membuat resah pengusaha rokok, khususnya pengusaha rokok lokal seperti yang ada di Kabupaten Tulungagung.

“Untuk sementara belum ada dampak yang signifikan terkait adanya wacana kenaikan harga rokok yang akan dilakukan pemerintah, terhadap perusahaan kami,” ungkap. Santoso (41) selaku HRD PR. CV Cempaka.

Jika memang kabar tersebut benar, maka dampaknya sangat besar. Karena akan mempengaruhi omset penjualan produk rokok kami. Dan bisa jadi pengusaha rokok lokal akan gulung tikar.

Baca:  Cangkrukan Kapolres Gresik Bersama PMII, HMI dan PC IMM

“Jika nanti memang benar-benar harga rokok dinaikkan 50rb per bungkusnya, pasti ini akan berdampak pada pelanggan, yang daya belinya tidak menjangkau harga yang ditetapkan pemerintah tersebut,” tegas Santoso.

Dan dampak yang paling tidak diinginkan pengusaha ialah, gelombang PHK (pemutusan hubungan kerja) yang akan terjadi jika memang nanti banyak perusahaan rokok lokal yang gulung tikar.

“Kami berharap pada pemerintah agar tidak ada kenaikan harga rokok seperti yang diwacanakan, karena dengan menurunnya omset penjualan rokok, kami maka sudah pasti nanti berdampak pada pengurangan karyawan(red: PHK),” pungkasnya.

Kebijakan pemerintah akan menaikkan harga rokok, sama sekali tidak  menguntungkan bagi para pengusaha maupun kalangan petani tembakau, mengingat kedua belah pihak ini mempunyai hubungan yang sangat erat. Seharusnya pemerintah segera membuat kepastian tentang adanya kabar naiknya harga rokok, sehingga pengusaha maupun petani bisa bernafas lega.

Baca:  Muscab II, Imam Hambali Kembali Nahkodai DPC Hanura Tulungagung

elo