Pilbub Jombang, Marsaid : Jika Ada Kader PDI-P Mbalelo Partai Akan Tindak Tegas

Marsaid selaku Ketua DPC PDI-P Jombang saat menggelar rapat persiapan deklarasi calon Bupati di Hotel Yusro Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Turunnya surat dukungan berupa rekom kepada Kombes Syafi’in untuk maju pada pemilihan bupati (Pilbub) Jombang, membuat sejumlah kader structural Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menjadi terbelah.

Hal ini dikarenakan rekom yang sebelumnya diprediksi akan turun kepada pasangan calon (Paslon) yang merupakan kader dari PDI-P, malah justru turun pada Kombes Syafi’in yang merupakan anggota Polri, yang kini berstatus non aktif setelah mengajukan pensiun dini pada Kapolri.

Kondisi tersebut membuat jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Jombang, hingga pengurus tingkat Dewan Perwakila Daerah (DPD) Jawa Timur (Jatim), membuat sikap tegas, berupa pemberian sanksi pada kader yang bermain mata pada pasangan paslon lain.

Bahkan akan ada sanksi berat berupa pemecatan jika memang ada kader yang terbukti menjadi tim atau relawan paslon lain di pilbub Jombang. “ jika ada kader yang bermain mata, lirik sana lirik sini, jangan salahkan partai jika nanti di cuklek,” kata Marsaid selaku ketua DPC PDI-P Jombang.

Sikap ini didasari bahwa setelah turunnya surat rekom dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI-P kepada Kombes Syafi’in (Gus Syaf), berarti seluruh kader PDI-P Jombang harus patuh dan taat menjalankan keputusan partai, karena partai tidak mengenal saudara, dan hubungan darah.” Dewan kehormatan partai akan kita siapkan, untuk menindak kader yang melakukan pelanggaran,” ujarnya (04/01/2018).

Ketika disinggung terkait mekanisme pemberian sanksi terhadap kader yang mbalelo (membangkang) terhadap keputusan DPP yang memberikan rekom pada Gus Syaf, Marsaid menegaskan bahwa pihaknya akan melihat terlebih dahulu bentuk pembangkangan kader tersebut, agar keputusan yang dikeluarkan tidak terkesan premature. “ jika memang ada kader mbalelo kita akan berikan penyadaran, pendekatan secara persuasive dan kualitasnya sepjauh mana, tapi saya yakin hal itu tidak akan terjadi,” tukasnya.

Sementara itu Gus Syaf, saat dikonfirmasi mengenai adanya resistensi di internal PDI-P karena ada kader yang maju sebagai paslon pada pilbub, pihaknya meyakini bahwa permasalahan tersebut sudah bisa diselesaikan oleh internal partai, karena hal tersebut merupakan hal yang biasa di partai politik.” Insyaallah itu sudah selesai, itu tinggal mekanisme internal partai yang menyelesaikan,” pungkasnya (05/01/2018).

Dari data yang dihimpun redaksi, paslon Gus Syaf dan Khorul Anam rencananya diusung oleh dua partai dengan kepemilikan kursi parlemen sebanyak 11 kursi, yakni PDI Perjuangan 9 kursi dan Partai Hanura 2 kursi serta dua partai non-parlemen PKPI dan PBB.(elo)