Luapan Sungai Bengawan Solo Akibatkan 70 KK di Jangkungsumo Lamongan Terisolir

Sekdes Jangkungsumo dan Satpol PP pantau ketinggian air luapan bengawan solo di jalab utama Desa Jangkungsumo, Kecamatan Maduran, Lamongan. Foto: (Fer_Kanalindonesia.com)
Sekdes Jangkungsumo dan Satpol PP pantau ketinggian air luapan bengawan solo di jalab utama Desa Jangkungsumo, Kecamatan Maduran, Lamongan. Foto: (Fer_Kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Meski wilayah Lamongan tak turun hujan masih terkena dampak luapan sungai bengawan solo. Luapan ini terjadi di Desa Jangkungsumo, Kecamatan Maduran yang memutuskan akses jalan utama desa. Dari Pantauan tim liputan Kanalindonesia.com hingga Selasa (9/1/2018) banjir luapan masih menutupi jalan desa, sehingga 70 KK tidak melalui jalan tersebut.

70 kepala keluarga di Desa Jangkungsumo, Maduran hampir terisolir. Hal ini akibat jalan utama desa terputus terendam banjir dengan ketinggian lebih dari setengah meter.

Meskipun ada jalan alternatif lainnya, jalan tersebut kecil dan licir. Lalu harus menempuh hingga lebih dari 1 kilometer jauhnya.

Banjir tersebut terjadi selama 3 hari. Banjir itu datang akibat tanggul wedoj jebol semakin memanjang. Saat ini tanggul wedok mengalami jebol hingga lebih dari 45 meter.

“Tanggul wedok sebelumnya cuma jebol kurang lebih 10 meter, sekarang sudah mencapai hampir 50 meter, luapan sungai bengawan solo semakin masuk ke wilayah desa Jangkungsumo,” Jelas Sa’id Sekdes Jangkungsumo.

Sejauh ini tanggul belum dapat di perbaiki seirig debit bengawa solo terus tinggi. Pihak Desa sendiri berencana akan membangun tanggul sepanjang 400 hingga 500 meter untuk penahan air dari sungai bengawan solo.

“Rencananya akan dikerjakan pada bulan 8 mendatang. Diperkirakan akan dibangun tanggul sepanjang 400-500 meter,” katanya.

Meski luapan air sungai bengawan solo tidak masuk kepemukiman, namun luapan tersebut merendam tanam Padi milik petani Jangkungsumo seluas 40 hektar.

“Luapan ini merendam padi usia 3 bulan, sudah waktunya mau panen. Tapi karena banjir tersebut ndak bisa panen. Bahkan padi mengalami gagal panen,” tambang Sa’id. (Fer)