Bupati Lamongan Beri Pembekalan Kepada Perempuan Muda Duta Perdamaian

Bupati Lamongan H. Fadeli, SH.MM, Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan bersama dengan lima perempuan muda Lamongan yang akan berangkat ke Jakarta. Foto: Omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Bupati Lamongan H. Fadeli, SH. MM memberikan pembekalan kepada 5 orang perempuan muda yang akan berangkat ke Jakarta mengikuti pertemuan bilateral dan diskusi dalam pencegahan kekerasan ekstremisme dan prespektif Duta Perdamaian Lamongan dan Poso pada tanggal 11-12 Januari 2018. Bertempat di Rumah Dinas Bupati pada Selasa (9/1/2018) sore hari tersebut, Bupati Lamongan didampingi oleh Wakil Bupati Hj. Kartika Hidayati dan Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Adi Suwito.

Dalam acara yang penuh kekeluargaan tersebut, Bupati Lamongan memberikan pengarahan kepada 5 orang perempuan muda tersebut tentang arti pentingnya sebuah perdamaian. Lamongan dan Poso adalah dua kota yang menjadi sarang teroris karena di kedua tempat tersebut banyak ditemukan dan kejadian teroris yang sering membuat risauh masyarakat. Tapi lambat laun stigma buruk tersebut perlahan sirna seiring munculnya gerakan-gerakan perdamaian terutama anti radikalisme muncul dari dua kota tersebut. Setelah lahir Yayasan Lingkar Perdamaian sebagai wadah “kembalinya” para eks kombatan kini ada perempuan muda Duta Perdamaian yang lahir dari Lamongan.

“Sebagai generasi muda, mereka harus mampu bisa menjadi tulang punggung masyarakat terutama menjadi motor penggerak perdamaian. Lamongan harus menjadi suatu wilayah yang memiliki rasa toleransi tinggi terhadap orang dan golongan lain karena perbedaan adalah rahmat bagi manusia.”, kata Fadeli.

Sementara itu, Nur aisyah Maullidah salah satu peserta Duta Perdamaian mengatakan dengan motivasi dari Bupati Lamongan ini memberikan semangat kepada kami untuk lebih serius lagi untuk mengemban amanat menjadi Duta Perdamaian, memberikan penjelasan, gambaran dan juga memberikan solusi bagaimana kita bisa menjaga kedamaian ini. Lima perempuan muda tersebut adalah Prasista maolana, Rana rafidha, Nur aisyah Maullidah, lilis badriyah dan ilmiyah

Perempuan Duta Perdamaian ini dibentuk oleh International The Global Network for Woman Peacebuilder (GNWP) dan Muslimat NU Lamongan, Aman Indonesia dan Universitas Indonesia. Jaringan Global Women Peacebuilders (GNWP) dan Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia bekerjasama dengan Universitas Indonesia – Divisi Riset Psikologi Sosial Terapan, Muslimat NU dan Celebes Institute memfasilitasi pelatihan pengembangan kapasitas untuk 61 remaja putri dan perempuan di Indonesia.

Sebelum berangkat ke Jakarta mereka terlebih dahulu mengikuti pelatihan dikedua kota terasebut. Di Lamongan, Jawa Timur dan Poso, Sulawesi Tengah masing-masing pada tanggal 7-11 November 2017 dan 11-18 November 2017. Fokus pelatihan 5 hari adalah kepemimpinan; kewirausahaan dan pekerjaan; media dan media sosial, dan teater untuk peacebuilding dan mencegah ekstrimisme kekerasan (PVE).

Selama pelatihan, anggota GA4P di kedua Lamongan dan Poso mengembangkan rencana proyek untuk pembangunan perdamaian dan PVE. GNWP dan AMAN akan mengumpulkan dana dan memberikan dukungan teknis agar proyek dapat terwujud. Selain proyek, anggota GA4P akan dibagi menjadi berbagai kelompok untuk dibawa ke masyarakat lokal di Lamongan dan Poso di mana mereka akan berbagi keahlian mereka dalam kepemimpinan, peacebuilding, kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi dengan perempuan muda dan anak perempuan lainnya terutama mereka yang memiliki keterbatasan, kesempatan untuk pergi ke sekolah atau mengikuti pelatihan serupa.

Anggota GA4P juga akan mengadakan conference call reguler dengan rekan-rekan mereka di berbagai negara untuk berbagi pengalaman dan pelajaran dari pelatihan dan aktivitas lainnya. Penggunaan keterampilan media, media sosial dan teater akan membantu GA4P untuk menyebarkan pesan pembangunan perdamaian, menantang narasi kekerasan, ekstremisme kekerasan, dan terlibat dalam diskusi mengenai isu-isu ini dengan penduduk lokal dan pihak berwenang.

Pertemuan Bilateral dan Diskusi Meja Bundar akan diselenggarakan di Jakarta. Anggota GA4P di Lamongan dan Poso berkomitmen, pembangun dan pemimpin yang kreatif dan antusias. Mereka memiliki rencana proyek inovatif yang sangat ingin mereka sadari. Untuk menghasilkan visibilitas dan dukungan untuk GA4P dan inisiatif mereka. GNWP dan AMAN mengusulkan untuk menyelenggarakan beberapa hal pada tanggal 11-12 Januari 2018 di Jakarta.

Beberap hal tersebut antara lain Pertemuan bilateral dengan lembaga dan organisasi seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komnas Perempuan, dan Perempuan Perserikatan Bangsa-Bangsa; dan Diskusi Meja Bundar tentang kesetaraan jender, mencegah ekstremisme, perdamaian dan keamanan dengan kementerian dan lembaga pemerintah yang relevan, badan-badan PBB dan organisasi masyarakat sipil dengan UN Women sebagai co-sponsor.

Delapan anggota GA4P dari Lamongan dan Poso akan menjadi pembicara utama pada pertemuan bilateral dan diskusi roundtable di atas sementara pelaku utama nasional dan internasional yang memiliki mandat atau bekerja untuk kesetaraan jender, mencegah ekstremisme, perdamaian dan keamanan akan terdiri dari para penonton. Anggota GA4P akan mempresentasikan perspektif mereka mengenai isu-isu di atas; berbagi pengalaman mereka dari pelatihan pengembangan kapasitas; serta rencana proyek mereka

Diskusi Roundtable akan diadakan pada sore hari tanggal 11 Januari 2018 untuk memperingati ulang tahun ke 2 UNSCR 2250 tentang Pemuda, Perdamaian dan Keamanan, Hari Hak Asasi Manusia Internasional dan kesimpulan dari Kampanye 2017 Hari 16 tentang Kekerasan terhadap Perempuan. Pertemuan bilateral akan diadakan pada pagi hari tanggal 11 dan 12 januari 2018. (Omdik)