Pengujian Ulang Alat Ukur Timbang, Untuk Hindari Kecurangan Pedagang

salah satu petugas dari disperindag provinsi jatim saat mengecek timbangan digital ( foto : elo_kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM :Kegiatan rutin yang dilakukan dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) provinsi jawa timur di Tulungagung, dengan tujuan melakukan pengecekan kepada alat ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapan (UTTP) yang dimiliki setiap pedagang dan toko diseluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan menjalankan UU RI No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

Mochamat Fatkur Rahman selaku pempinan sidang tera ulang dari provinsi jawa timur, beserta jajarannya, rutin melakukan kegiatan sidang ini. Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, tim dari disperindag Provinsi Jatim, dilakukan oleh 6 orang dari dinas dan didampingi tenaga teknis. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menstandartkan alat timbang yang dimiliki pedagang baik toko peracangan maupun pedagang pasar.

Baca:  200 Pendemo UTA 45 Tuntut Tedja Widjaya Segera Diadili

“Pada prinsipnya alat timbang, disetiap toko yang dimiliki pedagang di standartkan, dan ini dilakukan secara rutin. Kegiatan ini juga dilakukan di 5 kabupaten dan 2 kotamadya,” ungkap Fatkur.( 24/08/2016)

Masih menurut M. Fatkur,” kegiatan ini rutin dilakukan di sejumlah wilayah meliputi, Kediri, Blitar, Tulungagung, Nganjuk, dan eks karisidenan yakni Kota Kediri, serta Kota Blitar. Kesemuanya ini sudah terjadwal seperti bulan september kami akan melakukan sidang tera ulang di Blitar,” tegasnya.

Lanjutnya,”Kalau semua alat sudh d cek dan dibetulkan semuanya, baru diperbolehkan pada para pedagang membawa kembali alat timbangnya pulang, dan saya berharap ada kesadaran bagi para pedagang untuk menguji ulang alat timbangnya, agar standart dan tidak ada konsumen yang dirugikan,” pungkasnya.

Baca:  Diduga, Terjadi Mark Up Proyek Pavingisasi dalam Program Kotaku

Kegiatan ini disambut baik, oleh para pedagang di wilayah Tulungagung, karen hampir seluruh masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang di Tulungagung berantusias mendatangi sidang tera ulang alat UTTP yang diselenggarakan oleh Disperindag Provinsi Jatim.

Daryanto (66) warga Tunggulsari, Tulungagung, yang merupakan pedagang toko pracangan, mengatakan,”Saya selalu ikut kegiatan ini karena banyak manfaat dari kegiatan kek timbangan(red: pengujian ulang alat timbang), ini semua biar alat timbang saya kembali normal dan tidak ada pihak yang dirugikan, baik konsumen maupun saya selaku pedagang,” pungkasnya.

Dalam UU RI no 2 tahun 1981 tentang metrologi legal, sudah diatur dalam pasal 25 yakni ” dilarang mempunyai menaruh, memamerkan, memakai, atau menyuruh memakai : a. Alat-alat uku, takar, timbang, dan perlengkapannya yang bertanda batal. b. Alat-alat ukur, takar, timbang dan atau perlengkapannya yang tidak bertanda sah yang berlaku atau tidak disertai keterangan, pengesahan yang berlaku kecuali seperti yang tersebut dalam pasal 12 huruf b, Undang-undang ini. c. Alat-alat ukur, takar, timbang dan atau perlengkapannya yang tanda terangnya rusak. d. d,e, f dan g undang-undang ini, ditempat usaha ditempat untuk menentukan ukuran atau timbangan untuk keperluan umum ditempat melakukan penjualan-penjualan ditempat menentukan pungutan atau upah yang didasarkan pada ukuran dan timbangan, maka akan diancam pidana.(elo)

Baca:  Diakui Disparbud Trenggalek, Kalah Bersaing Sebabkan Wisata Anjlok