Program Karya Bhakti TNI, Bentuk Sinergitas TNI dan Masyarakat

sejumlah aparat TNI dari Koramil 0814/14 Ngoro saat membangun pondok pesantren

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Program Karya Bhakti TNI, merupakan bentuk sinergitas TNI dengan masyarakat, yang terlihat jelas dalam pembangunan Pondok Pesantren Attahdzib, yang terletak di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur.

Selain TNI yang terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat. Percepatan pembangunan pondok pesantren yang notabene dihuni ratusan santri itu. Merupakan tujuan lain yang tidak kalah penting. Ada 60 personil TNI yang diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Baik itu dari Kodim 0814, maupun Koramil Ngoro

“Selain melibatkan 60 personil Kodim dan Koramil Ngoro. Kegiatan Karya Bhakti kali ini turut pula dibantu ratusan masyarakat, sekaligus santri,” kata Kapten Arh. Ngatimin selaku Danramil 0814/14 Ngoro.

Masih menurut Ngatimin, selain ingin menjadi bagian dari masyarakat, Karya Bhakti merupakan bentuk bina teritorial (Binter) TNI AD, yang bertujuan untuk membangun soliditas yang kokoh antara sesama prajurit TNI, Pemda, dan komponen masyarakat secara keseluruhan.

“Melalui kegiatan ini, kami mengharap munculnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sekaligus membangun kebersamaan, kesadaran, maupun meningkatkan partisipasi dan peran serta seluruh elemen, dan agar rakyat semakin mencintai TNI. Dengan mencintai TNI, berarti mencintai NKRI juga tentunya” tukas Ngatimin.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Attahdzib KH. Achmad Masruh (Gus Ruh), menuturkan ucapan terima kasih kepada segenap jajaran Danramil Ngoro, serta institusi Kodim Jombang. Termasuk pula semua pihak yang turut membantu percepatan pembangunan pondo.

“Mewakili pondok, kami ingin menghaturkan beribu terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Terutama personil Kodim dan Kormil Ngoro, yang turun membaur dengan masyarakat,” ujarnya.

Lanjut Gus Ruh, diakui apa tidak, pondok pesantren merupakan wadah pembinaan anak Bangsa. Dan terbukti sebagai benteng utama dalam menangkal berbagai faham menyimpang. Terlebih yang bertetangan langsung dengan ideologi bangsa. Namun demikian, tanggung jawab tadi bukan hanya menjadi tanggung jawab satu orang. Tapi murni, merupakan beban yang harus ditanggung secara bersama – sama.

“Selain dapat memberikan motivasi, semangat personil TNI yang datang, dapat berdampak langsung terhadap pembinaan kepada santri. Sekali lagi saya berterima kasih, semoga TNI semakin jaya dan menyatu dengan rakyat dalam menjaga tetap tegaknya NKRI,” pungkasnya.(elo)