Ketua PKK Jombang Mengakui, Plesir ke Jakarta Gunakan DD-APBD 2016 Miliaran Rupiah

Ketua PKK Kabupaten Jombang                                                               foto : elo_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM : Akhirnya masyarakat Jombang mengetahui dengan jelas bahwa kegiatan ratusan pengurus PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Jombang yang berangkat plesir ke Jakarta, Jumat (6/8/2016) lalu memang memakai uang rakyat. Kegiatan tersebut benar-benar diakui oleh ketua PKK kabupaten Jombang menggunakan uang APBD dan Dana Desa (DD) tahun 2016 hingga miliaran rupiah.

Pengakuan penggunaan dana sekitar Rp 1,4 miliar yang bersumber dari uang rakyat itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Tjaturina Wihandoko saat diwawancarai awak media di depan Gedung Bung Tomo Pemkab Jombang.

Baca:  Presiden Minta Penyederhanaan Izin dan Organisasi Guna Tingkatkan Daya Saing

“Iya, memang sudah ditetapkan ada di anggarannya (Dana Desa, Red),” katanya.(24/08/2016)

Tjatur juga mengakui bahwa dirinya yang memprakarsai kegiatan tersebut ke ibu kota menggunakan pesawat. Serta sebagian peserta lainnya naik kereta dan bus. Namun, istri Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko ini berkelit jika kegiatan tersebut hanya hura-hura.

“Ketua PKK desa harus ditambah wawasannya sehingga bisa menginspirasi warganya. Salah satunya dengan kegiatan ke Jakarta itu,” kelitnya.

Baginya, kegiatan tersebut sudah termasuk pemberdayaan PKK. Meski tidak dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Sudah sesuai aturan, baik di Perbup maupun regulasi lainnya. Di dalam Perbup sudah berbunyi pemberdayaan,” ungkap Tjatur.

Ia pun menyatakan selain untuk pemberdayaan, kegiatan tersebut diisi penampilan kesenian daerah dan pameran produk lokal di anjungan Jatim di TMII Jakarta.

Baca:  Presiden Ajak Semua Elemen Bangsa Menjaga Pancasila

“Jangan selalu beranggapan bahwa pemberdayaan untuk pembangunan fisik,” tegasnya.

Bahkan kegiatan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat kota santri itu disebut Aan Anshori, Direktur Linkar Indonesia untuk Keadilan (LInK) hanya hura-hura belaka.

Aan menyayangkan dana perjalanan hura-hura ke Jakarta kemarin itu menggunakan dana APBD dan DD tahun 2016. Diduga kuat ada manipulasi peruntukan pos tersebut. Termasuk ditengarai mengarah pada tindak pidana korupsi.

Atas dugaan tersebut, Aan meminta penegak hukum tidak tutup mata menelusuri dugaan penyelewengan dana tersebut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang didesak segera mengusut perjalanan haram tersebut.

(elo)