Tagih Janji, Warga Terdampak Waduk Bendo Ponorogo Gelar Aksi Damai Hingga Blokade Jalan

Warga berkerumun di lokasi waduk Bendo, Ponorogo

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Ratusan warga terdampak waduk Bendo yang berada di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jatim menggelar aksi damai di Kantor Sentral Operasional(KSO), Senin(15/01/2018).

Dalam aksi damai tersebut, warga melakukan orasi serta membentang poster yang bertuliskan diantaranya Ganti rugi harga mati; Mega Proyek sama dengan kebutuhan rejeki bagi pejabat, kesengsaraan bagi rakyat; Ganti rugi hanya janji janji; Usut dugaan korupsi Waduk Bendo; Piye nasib rakyat korban Waduk Bendo; Nagih janji bupati emoh ngapusi; Menuntut hak itu wajar jangan dibilang makar.

Tak hanya itu, w arga terdampak proyek Waduk Bendo secara spontanitas juga melakukan blockade atau menutup portal akses jalan menuju proyek sehingga menyebabkan aktivitas proyek berhenti sementara.

“Warga menghendaki pimpinan KSO hadir disini jangan diwakilkan supaya bisa mengambil keputusan. Tolong perhatikan keluh kesah warga korban banjir yang sampai saat ini tidak bisa beraktifitas karena dampak banjir. Apabila akan membantu, bantuan untuk warga buktikan dengan bahan makanan dan lainya, jangan janji janji saja, karena ini bencana yang disebabkan oleh proyek,”ucap koorlap aksi Eko Wahyudi yang juga perwakilan warga terdampak.

Warga terdampak mewakilkan kepada Ketua paguyuban warga masyarakat Bendo,Lamiran didampingi Eko Wahyudi, Andik, Gunawan dan Subiyanto untuk melaksanakan audiensi di kantor KSO Proyek Waduk Bendo yang diterima oleh: Camat Sawoo, Jaka Wardaya; Danramil 0802/14 Sawoo Kapten Inf Sunarji beserta anggotanya; Kapolsek Sawoo AKP Gunawan beserta anggotanya; pimpinan KSO Waduk Bendo diwakili oleh Andiko.

Dalam aksinya, warga terdampak menyampaikan aspirasi dan tuntutan  yang diantaranya; menuntut ganti rugi akibat banjir; menuntut kejelasan terkait ganti rugi tanah tegakan (tanaman hidup/pohon); kejelasan terkait biaya bongkar/angkut bangunan; kejelasan tentang lahan/tanah garapan; kejelasan tentang proses sertifikat tanah; agar biaya bongkar/angkut harus diterimakan kepada warga (masing masing warga).

Dikatakan Eko Wahyudi,”sambil menunggu pihak Muspika dan perwakilan KSO menghadap ke Bapeda Ponorogo, akan kami tunggu jawabanya dan nanti akan langsung mengurus perijinan aksi ke Polsek guna melaksanakan aksi susulan apabila tidak ada jawaban, dan apabila tuntutan kami tidak ada jawaban, warga masyarakat tidak mengancam akan membawa masalah ini ke tingkat Provinsi,”tegas Eko Wahyudi.

Sementara itu, pihak KSO yang diwakili Andiko mengatakan,” selaku pihak proyek sudah berkoordinasi dengan Bapeda juga BBWS namun hingga saat ini belum ada jawaban tentang masalah ganti rugi. Mengenai jumlah bantuan kami belum bisa menjawab dan mengambil keputusan karena harus ada ijin dari Pimpinan terlebih dahulu,”ucapnya.

Terkait dengan itu, Camat Sawoo Jaka Wardaya mengatakan,”kami akan membantu semampunya untuk kepentingan warga masyarakat Dukuh Bendo. Selesai audensi ini akan langsung menghadap ke Bapeda Ponorogo bersama dengan perwakilan Pihak KSO, nantinya hasil dari Bappeda akan segera diberitahuksn hasilnya secepatnya,”pungkasnya.(wa)