Sidang Perdana Pelaku Pembunuhan Istri Purnawirawan Polri, Puluhan Keluarga Korban Datangi PN Jombang

Puluhan warga bareng dan keluarga korban pembunuhan yang dilakukan oleh M. Sokib, saat datangi PN Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Sidang perdana, perkara pembunuhan istri purnawirawan Polri, dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Mohamad Sokib (29), memancing respon dari pihak keluarga korban.

Puluhan keluarga korban Sri Handayani (52), istri anggota Polsek Bareng Jombang, mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Jombang. Mereka menuntut agar jaksa penuntut umum dan majelis hakim, memberikan hukuman yang berat terhadap terdakwa.

“saya beserta masyarakat Bareng, menuntut keadilan, karena kami merasa sangat kehilangan, jika memang pengadilan tidak bisa memutus dengan serius, maka serahkan pada kami, ” kata Johan Robi Andrianto, anak kandung Sri Handayani, saat ditemui sejumlah wartawan, Senin 15 Januari 2018.

Bahkan beberapa warga Bareng sempat menggelar orasi, di dalam halaman kantor PN Jombang. Tidak berselang lama nampak aparat dari Kepolisian mendatangi perwakilan warga dan keluarga Sri Handayani.

” kalau memang ingin mengikuti sidang, kita akan vasilitasi, kalau menggunakan orasi seperti ini, kami rasa ini tidak pas,” ujar Kompol Khusen selaku Kabag Ops Polres Jombang.

Masih menurut Khusen, pihaknya menghimbau pada warga dan keluarga agar menyuarakan aspirasi mereka sesuai dengan prosedur yang berlaku. ” saya akan layani jika memang semua sesuai prosedur, untuk itu kita persuasif saja, dan jangan sampai tindakan kita menjadi tindakan persuasif,” tukasnya.

Sementara itu Edi Harianto, SH, selaku kuasa hukum dari keluarga Sri Handayani, sempat meredam warga masyarakat Bareng yang mendatangi PN Jombang, pihaknya menghimbau pada masyarakat agar menyerahkan perkara peradilan terdakwa Sokib, kepada aparat penegak hukum.

” kita serahkan proses ini pada aparatur penegak hukum, kita hormati proses hukum yang berjalan,” pungkas Edi.

Usai menyuarakan tuntutannya, puluhan warga Desa Bareng, Kecamatan Bareng, dan pihak keluarga korban pembunuhan, membubarkan diri menuju rumah masing-masing. Namun sungguh di sayangkan, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari PN Jombang, mengenai adanya peristiwa tersebut.(elo)