Polres Madiun Kota Amankan 4 Pelaku Jaringan Pemalakan Mini Market

Barang bukti berupa 2 senjata tajam dalam aksi pemerasan di mini market di Kota Madiun, bersama ke-3 pelaku digelar di Mapolres Madiun Kota.

KANALINDONESIA.COM, MADIUN: Anggota Satreskrim Polres Madiun kota mengamankan 4 dari 6 anggota jaringan pelaku pemerasan mini market.

Dalam aksinya mereka gagal menggasak barang di mini market, namun pernah beraksi di wilayah hukum Polres Madiun Kota dan Polres Madiun.

“Aksi pertama dilakukan 3 orang pemuda lagi menggelar pesta dekat mini market jaringan di Jalan Letkol Suwarno Ruko Nomor 78 masuk Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Mereka yaitu So (20), Yus (20) warga Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun dan Al (23) warga Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun,” jelas Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Logos Bintoro, Senin, (15/01/2018).

Sebelum melakukan aksinya ketiga pelaku sempat pesta miras,bermodal uang Rp 6 ribu mereka masuk ke mini market berniat untuk membeli makanan ringan, minuman dan rokok, sontak saja langsung ditolak oleh karyawan mini market. Sejurus itu, mereka keluar dan tidak lama berselang kembali dengan membawa 2 senjata tajam yaitu pedang dan sabit.

Akibat ketakutan, penjaga mini market memberikan sejumlah permintaan mereka seperti rokok dan lainnya, mereka keluar dan melanjutkan pesta miras.

Petugas patroli yang kebetulan melintas, begitu menerima laporan tentang adanya tindakan pemerasan langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku di Jalan Ki Ageng Selo, beserta barang bukti.

Atas perbuatannya, mereka dijerat pasalĀ  368 dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Selain itu, anggota Sat Reskrim Polres Madiun Kota juga menerima informasi dari Polsek Maospati, Polres Magetan, menangkap seorang pelaku spesialis pencurian mini market.

Satu pelaku dibekuk yaitu Ar (28) Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya. Pelaku bersama 2 rekannya beraksi di mini market yang berada di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

“Pelaku ditangkap petugas Polsek, kebetulan berada disitu. Dalam pemeriksaan intensif, pelaku mengaku pernah beraksi sebanyak 8 kali terbagi 6 kali di Kota Madiun dan 2 kali di Kabupaten Madiun serta berhasil 3 kali. Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke 4e ancaman maksimal 7 tahun penjara,” ujar AKP Logos Bintoro.(sam)