Bekuk 4 Pengedar Sabu di Jombang, Satu Tersangka Dihadiahi Timah Panas Polisi

barang bukti beberapa paket sabu-sabu milik 4 tersangka saat diamankan Polisi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Aparat Satresnarkoba Polres Jombang, Jawa Timur berhasil membekuk 4 pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Salah satu diantaranya harus terpaksa dilumpuhkan petugas karena melawan. AB (39) warga Kedinding tengah, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, adalah satu dari empat tersangka yang dihadiahi timah panas pada kedua kakinya, oleh petugas.

“Petugas mengambil tindakan tegas terukur, karena pelaku melawanan dan mencoba kabur. Sehingga dua kaki korban terpaksa dilumpuhkan,” kata AKP Subadar selaku Kasubag Humas Polres Jombang, Senin 15 Januari 2018.

Masih menurut Subadar, penangkapan terhadap tersangka ini berawal dari pengembangan kasus yang sedang ditangani oleh Satresnarkoba Polres Jombang. Setelah petugas mendapat informasi tentang keberadaan pelaku, selanhjutnya petugas melakukan penyamaran dan berhasil meringamankan tersangka.” tersangka diamankan petugas di tempat Billyard di kawasan Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Jogoroto,” ujar Subadar.

Lanjut Subadar, selain mengamankan tersangka polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti narkoba jenis sabu-sabu.” petugas berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 5,27 Gram, 5 butir Pil Extacy, uang tunai Rp250 Ribu dan sebuah handphone yang digunakan untuk transaksi,” ungkapnya.

Imbuh Subadar, selain merupakan pemain lama tersangka terkenal lihai mengelabui petugas. Tersangka merupakan pengedar yang mempunyai jaringan antar kota. Tersangka juga merupakan residivis dengan kasus yang serupa. “Tersangka sudah 2 kali di hukum pada tahun 1996 di Polres Surabaya Timur karena kasus curas dan pada tahun 2006 di Polsek Kenjeran Surabaya karena kasus Narkoba” tegas Subadar.

Kini tersangka AB dan tiga rekannya berikut sejumlah barang bukti diamankan di Polres Jombang, untuk kepentingan lebih lanjut. ” tersangka dijerat dengan pasal 112 (2) subsider pasal 114 (2) undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun penjara,” pungkas Subadar.(elo)