Dua Pengedar Pil Dobel L Kesamben Jombang, Dibekuk Polisi

dua tersangka pelaku pengedar pil dobel L, saat diamankan Polisi di Polsek Kesamben

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : EF (28) pemuda asal, Desa Kedung Losari, dan SM (27) pemuda asal Desa Rejoso Pinggir, Kecamatan Tembelang, Jombang Jawa Timur,  harus pasrah saat diamankan aparat kepolisian dari unit reskrim Polsek Kesamben. Hal ini dikarenakan keduanya tertangkap tangan polisi saat mengedarkan pil dobel L.

“ kedua tersangka diamankan petugas di TKP yang berbeda. Tersangka EF diamankan petugas pada hari Minggu, tanggal 14 Januari 2018, sekitar jam 21.00 WIB, dan jam 21.30 WIB,” kata AKP Subadar selaku Kasubag Humas Polres Jombang, Senin 15 januari 2018.

Masih menurut Subadar, penangkapan kedua tersangka merupakan hasil pengembangan kasus yang dilakukan oleh polisi. Sebelumnya polisi berhasil mengamankan tersangka YD, setelah dilakukan pengembangan akhirnya muncul nama EF.

“saat patroli petugas telah mengamankan seorang yang bernama  YD karena kedapatan membawa pil dobel L, sebanyak 40 butir, dari hasil intrograsi, diketahui bahwa pil tersebut didapatnya dengan cara membeli dari EF seharga Rp. 50.000,-.,” ujar Subadar.

Lanjut Subadar, usai mendapatkan alamat keberadaan EF, selanjutnya sejumlah petugas diterjunkan untuk melakukan pengejaran.” Saat diamankan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa, 40 butir pil Dobel L, dari tangan tersangka EF. Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan dan melakukan pengembangan,” ungkap Subadar.

Imbuh Subadar, kepada polisi tersangka EF mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang rekannya yang bernama SM, yang tinggal di Dusun Kedung galeh, Desa Rejoso Pinggir, Kecamatan Tembelang.” Setelah dilakukan penggeledahan terhadap tersangka SM, petugas menemukan 20 butir pil dobel L,” tegasnya.

Kini kedua tersangka beserta sejumlah barang bukti diamankan di Polsek Kesamben untuk kepentingan lebih lanjut.” Keduanya dijerat dengan pasal 196, UU RI No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya. (elo)