Bikin e-KTP, Warga Jombang Harus Nginap di Teras Kantor Kecamatan

nomor antrian yang ada dikursi antrian yang di jaga para pemohon E-KTP di kantor kecamatan ( FOTO : ELO_KANALINDONESIA.COM)

KANALINDONESIA.COM : Warga Jombang mempunyai nasib yang memprihatinkan. Pasalnya, untuk mengurus pembuatan e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) saja harus rela menginap tidur di teras kantor kecamatan. Hal ini dilakukan oleh para pemohon E-KTP untuk menjaga nomor antrian mereka agar tidak hilang.

Puluhan warga yang akan membuat e-KTP juga harus rela tidur di musala, parkiran, dan teras kantor kecamatan tersebut. Jika tidak menginap, mereka takut nomor antreannya hilang. Sehingga pembuatan e-KTP-nya akan tertunda tidak menentu.

Nomor antrean dan berkas yang dibawa, langsung mereka tempatkan di kursi yang disediakan panitia. Berkas itulah yang dijaga supaya tidak diambil orang.

Baca:  Kementan Gelar Workshop Siperal Bahas Perluasan Lahan Pertanian

“Di sini tidak ada petugas dari kecamatan, hanya dijaga satu orang Satpol PP. Itupun tidak menjamin berkas dan nomor antrean kami aman. Jadi, kami takut kalau berkasnya ditinggal pulang,” kata Nanik Rahayu (40), warga Dusun/Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng ditemui di kantor kecamatan Ngoro.

Ia yang akan mengurus e-KTP milik anaknya yang bernama Wahyuni Salsabila (20) itu harus rela meninggalkan aktivitasnya di rumah. Bahkan dirinya juga harus bolak-balik dari rumah untuk memastikan dapat nomor antrean.

“Tadi siang (Selasa, 23/8, red), saya sudah daftar nomor antrean. Supaya besok (hari ini, 24/8) dilayani petugas. Kalau tidak ngoyo begini, saya juga takut. Karena tanggal 30 September sudah terakhir perekaman e-KTP,” lanjutnya.

Baca:  Usai Ditetapkan Tersangka, Pelaku Pencabulan Bocah 5 Tahun di Kudu Jombang Akhirnya Ditahan Polisi

Di kantor kecamatan Ngoro ini melayani pembuatan E-KTP dan KK dari warga Kecamatan Wonosalam, Bareng, Mojowarno, Ngoro, dan Gudo. Sedikitnya ada 30 orang yang akan dilayani membuat KK dan 40 orang yang mengurus e-KTP.

“Saya sudah dua bulan mengurus e-KTP dan KK di Dispendukcapil tapi belum juga selesai. Sekarang disuruh buat di sini (red : kantor kecamatan Ngoro),” ujar Muzaini, warga Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno.

Warga asal Kabupaten Sumenep yang kini berdomisili di rumah istrinya, di Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno ini mengaku kecewa atas pelayan yang diterapkan Pemkab Jombang.

“Saya justru berharap, pelayan pembuatan e-KTP, KK, maupun akte setidaknya bisa dilakukan di masing-masing kantor kecamatan. Syukur-syukur kalo bisa di masing-masing desa,” paparnya.

Baca:  Hamili Gadis Dibawah Umur, Seorang Pemuda Pengangguran asal Ngoro, Dibekuk Satreskrim Polres Jombang

Sebenarnya tidak hanya 70 orang yang mau mengurus KK dan e-KTP. Tapi, karena kuota hanya dibatasi 70 orang, akhirnya ratusan orang harus pulang ke rumahnya. “Untuk dapat kursi antrean itu kami rebutan. Jadi yang tidak dapat nomor antrean banyak yang pulang,” tegasnya.

(elo)