Polres Bangkalan Gelar Rakor dan Solusi Kemacetan Tolgate Suramadu

KANALINDONESIA.COM, BANGKALAN: Gara – gara kemacetan panjang hingga 1 km lebih di tolgate suramadu sisi Madura dari tanggal 13 – 15 Januari 2018, kemarin. Polres Bangkalan menggelar rapat koordinasi (rakor) dan solusi kemacetan di tolgare suramadu sisi Madura bersama instansi terkait di Mapolres Bangkalan.

Rapat yang dipimpin langsung Kapolres Bangkalan, AKBP Anisulla M, Ridha. Dihadiri Wakapolres Bangkalan, Sat.Lantas Polres Bangkalan, Dishub Jatim, Organda, Dinas PUPR, Jasa Raharja, Jasa Marga dan Kepala Tolgate Suramadu sisi Madura. Berjalan cair dan beberapa usul mengalir dari masing – masing instansi.

Diakhir acara rakor, Kapolres Bangkalan menyampaikan 6 rekomendasi untuk mengatasi kemacetan di tol gate suramadu sisi Madura. Seperti perlu penambahan RTPJ dilampu merah akses suramadu sisi Madura di Desa Sendang. Sosialisasi kepemilikan kartu e-tol yang lebih jauh lagi jaraknya dari lokasi tolgate. Sekaligus penempatan mobile banking atau mobil kas keliling di simpang empat Sendang. Melakukan kegiatan e-tol bersama instansi terkait jika terjadi kemacetan. Penempatan petugas yang tegas dan tidak bertele – tele dalam memberi penjelasan soal e-tol. Penempatan peralatan alat gesek e -tol yang tepat dan memberi prioritas untuk lewat duluan kepada ambulans dan mobil pemadam kebakaran.

“Kami harap 6 solusi itu bisa mengatasi kemacetan di tol gate sisi Madura dihari – hari mendatang,” kata Kapolres Bangkalan, Selasa, (16/1/2018).

Sementara itu, Kepala Tolgate Suramadu, Mujiono mengatakan kemacetan yang terjadi selama 3 hari kemarin. Diakibatkan oleh beberapa masalah, diantaranya 5 persen pengendara roda empat atau lebih enggan memakai e-tol. Lucunya, mereka punya kartu e-tol tapi saldonya tidak mencukupi.

“Oleh karena itu, BRI sebagai salah satu pendor telah menyiapkan bank keliling untuk mengatasi semua masalah yang berkaitan dengan e-tol di tolgate suramadu sisi Madura. Sedangkan Jasa Marga berinisiatif menambah petugas jaga tolgate hingga 24 jam,” pungkas Mujiono. (yans)