Surat Terbuka untuk Bupati Jombang terkait Bobroknya Pelayanan e-KTP, Beredar di Medsos

Surat terbuka kepada Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko yang diposting di facebook ( ELO)

KANALINDONESIA.COM : Pelayanan pembuatan e-KTP, KK, dan akte kelahiran yang masih carut marut di Kabupaten Jombang membuat warga kecewa. Bentuk kekecewaan tersebut salah satunya diluapkan seorang netizen melalui surat kritik yang ditulis di akun media sosial (Medsos) facebook.

Akun bernama Richo Ismianto menulis kritikan kepada Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko di salah satu grup facebook warga kota santri. Tulisan yang diposting hari Rabu (24/8) itu hingga pukul 16.40 sudah mendapat like (disukai) 251 orang dan dikomentari 148 netizen.

Dalam profilnya, Richo Ismianto tercatat sebagai warga Jombang, Jawa Timur. Dalam surat terbuka yang ditujukan pada bupati Jombang tersebut berisi kekesalan dan kekecewaan. Berikut kutipan isi surat lengkap yang ditulis Richo Ismianto untuk bupati Jombang dan diposting di facebook :

Baca:  Komentar Bernada Ujaran Kebencian Di Medsos, Pelaku Mengaku Sering Ditilang Polisi di Jombang

kpd yth: bapak nyono.s. bupati jombang

MOHON DENGAN SANGAT.PERBAIKI SISTEM LAYANAN INI.kami warga jombang sudah lelah dan kami sudah cukup malu melihat media televisi nasional memberitakan kota kecil kami. Kasihan saudara-saudara kami yg harus menginap. Membawa anak anak mereka.jika mereka sakit bagaimana.siapa yg akan menanggungnya.padahal mereka adalah generasi penerus bangsa.waktu yg seharusnya untuk anak dan keluarga tergadaikan hanya untuk mengurusi dokumen yg seharusnya pemerintah menyalurkannya.

Lihatlah kami rakyat kecil yg jga harus bekerja untuk mencari sesuap nasi untk menyambung hidup anak istri kami dan biaya sekolah yg semakin mahal.jika kami berlarut-larut mengurusi dokumen.siapa yg akan menanggung hidup kami.

Kami rela menukar predikat kota adipura kami dgn pelayanan yg mudah dan cepat.

Baca:  Antisipasi Penyalahgunaan Medsos, Kominfo Trenggalek Ajak Berinternet Sehat

Agar slogan jombang sejahtera untuk semua .bisa segera terwujud.

Terima kasih.

Hormat kami.

Warga jombang/Wonk cilik

Dari pengamatan Kanal Indonesia, puluhan warga yang akan membuat e-KTP juga harus tidur di musala, parkiran, dan teras kantor kecamatan tersebut. Jika tidak menginap, mereka takut nomor antreannya hilang. Sehingga pembuatan e-KTP-nya akan tertunda tidak menentu.

Nomor antrean dan berkas yang dibawa itu langsung mereka tempatkan di kursi yang disediakan panitia. Berkas itulah yang dijaga supaya tidak diambil orang.

 (elo)