Tengah Malam Berkunjung ke Teman Perempuannya, Seorang Pemuda di Lamongan digrebek Warga

M (berjaket merah) memberikan keterangan di depan salah satu perangkat desa setempat seusai digrebek warga. Foto:Omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Seorang pemuda digrebek warga saat bertamu tengah malam di rumah teman perempuanya, di Dusun Kepoh, Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Lamongan. Pada Selasa (16/1/2018) sekitar pukul 23.25 WIB. Penggerebekan ini dilakukan lantaran warga geram, melihat pemuda berusia 24 tahun tersebut, bertamu di rumah ABG yang tidak sewajarnya seperti tamu pada umumnya.

Dari data yang diperoleh kanalindonesia.com menyebutkan, pria yang digrebek itu diketahui berinisial A (24), warga Dusun Beton, Desa Tritunggal, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Sementara teman perempuan yang dikunjungi tersebut yaitu berinisial M (14), warga setempat.
Saat penggerebekan tersebut berlangsung sempat terjadi keributan kecil karena A selalu berbelit-belit ketika dimintai keterangan oleh warga hingga akhirnya pria tersebut diserahkan langsung kepada kepala dusun setempat.
Tokoh masyarakat setempat, Masiran saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, tentang adanya penggerebekan yang dilakukan oleh warganya itu. Hal tersebut dilakukan karena warganya sudah geram terhadap perbuatan A yang sudah dianggap meresahkan dan mencemari lingkungan Dusun Kepoh, Desa Bulumargi, Kecamatan Babat.
“Pria tersebut sudah melanggar susila karena bertamu ke rumah orang lain pada larut malam apalagi si perempuan bukan keluarganya dan sang ayah dari perempuan tersebut tidak ada dirumah karena merantau ke Timika. Akhirnya A kami amankan dan diserahkan ke Perangkat Desa”, ungkapnya kepada kanalindonesia.com.
Ia menambahkan, A mengenal M lewat jejaring sosial Facebook dan berlanjut dengan pertemuan yang dirancang berdua apalagi orang tua laki-laki M tidak berada di rumah yakni sedang merantau ke Papua tepatnya di Timika. A diketahuai masuk ke rumah M pada pukul 22.35 WIB dimana kedatangan A ini menuai kecurigaan beberapa orang karena A mondar-mandir di depan rumah M sebelum masuk ke dalam rumah.  Hampir satu jam A berada di dalam rumah M menambah kecurigaan warga sehingga sekitar 30 warga yang dipimpin oleh Masiran dan Andri mendatangi rumah M.
Untuk selanjutnya A dan ibunya dibawa ke rumah perangkat desa setempat demikan pula M sembari menunggu keluarganya dari Dusun Beton, Desa Tritunggal, Kecamatan Babat datang, M pun dibawa juga ke rumah perangkat desa tersebut. (Omdik)