Diawal Tahun 2018 Polres Lamongan Berhasil Ungkap Kasus Besar Narkotika

Kapolres Lamongan AKBP Feby D.P. Hutagalung S.I.K M.H. bersama jajarannya merilis kasus penangkapan Narkotika di Halaman Mapolres Lamongan. Foto: (Fer_kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Di awal Tahun 2018 Polres Lamongan, Jawa Timur berhasil mengungkap beberapa kasus besar yang terjadi diwilayah hukum Polres Lamongan. Kasus tersebut langsung di rilis oleh Kapolres AKBP Feby D.P. Hutagalung S.I.K M.H dihalaman depan Polres Lamongan pada Rabu (17/1/2018) pagi.

Hingga pertengahan Januari 2018 ini Polres Lamongan Mengungkap kasus obat obatan terlarang dalam jumlah besar.

Dalam Rilis barang bukti dihadiri Kapolres AKBP Feby D.P. Hutagalung S.I.K M.H, Wakapolres Kompol Imara Utama, Kasat Narkoba AKP Joko Bisono S.H, Kasat Reskrim AKP Yadwivana Jumbo Qantasson S.I.K, Kabag humas AKP Suwarta dan jajaran Polres Lamongan.

Obat obatan tersebut diantaranya Pil Dobel “L” sebanyak 120.000 butir, dan 19.500 butir Pil Carnophen dari dua tsk yang berbeda.

Menurut Kapolres AKBP Feby, pelaku Orchida Icha Putra (27) warga Sidoarjo ditangkap di halaman Indomart di Kecamatan Tikung, dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan 19.500 butir pil Carnophen. Sedangkan ditangan Chrismanto Febianto warga Sidoarjo (33) terdapat 120.000 butir pil Dobel “L”.

“Ini merupakan tangkapan terbesar kami diawal tahun 2018. Ada 9.500 butir pil Carnophen dan 120 ribu butir pil Dobel L,” kata AKBP Feby saat rilis barang bukti.

Kedua pelaku saat ini sudah menjadi tahanan Polres Lamongan. Kedua pelaku di Jerat Pasal 196 dan Pasal 197, Jo pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman 15 tahun penjara.

Selain menangkap pil Dobel L dan Carnophen, polisi juga menangkap pelaku pengedar Narkoba jenis sabu sabu. Pelaku Hendras Eka Saputra (35) warga Kecamatan Karangbinangun ditangkap dengan barang bukti 0,50 gram sabu sabu. Pelaku di jerat pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal hukuman mati.

“Pelaku pengedar sabu sabu kita jerat dengan undang undang Narkotika dengan ancaman maksimal 4 tahun, seumur hidup dan hukuman mati,” jelasnya.

AKBP Feby menambahkan, penangkapan kasus terbesarnya tersebut akan menjadi motivasi seluruh jajaran anggota Polres Lamongan untuk lebih sigap dalam menangani kasus kejahatan narkotika diwilayah Lamongan. (Fer)