Hati Hati Dalam memilih Notaris di Lamongan, Kalau Tidak Mau Seperti ini…

Kuasa Hukum Heri Tri Widodo S.H melakukan pelaporan di SPKT Polres Lamongan. Foto: (Fer_kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Berhati hatilah jika anda hendak mengurus Akte atau sertifikat tanah di wilayah Lamongan, Jawa Timur. Sebab, ada Notaris nakal di Lamongan diduga melakukan penggelapan sebanyak 16 sertifikat milik pembeli.

Perkara inilah yang terjadi pada Alim Samuel dan Ella Amalia warga Bojonegoro bersama kuasa hukumnya untuk melaporkan kejahatan yang dilakukan oleh Notaris SR. SR merupakan Notaris yang berkantor di Kecamatan / Kabupaten Lamongan.

SR dilaporkan oleh kuasa hukum Heri Tri Widodo ke unit 1 reskrim Polres Lamongan bersama pemilik sertifikat tanah Manuel dan Ella beserta keluarganya, Rabu (17/2/2018), terkait sertifikat Kliennya yang belum diberikan sejak Tahun 2015 lalu. Padahal kliennya itu sudah melakukan pelunasan pembelian rumah di Bojonegoro.

Menurut Heri, SR sejauh ini tidak memiliki etikad baik untuk memberikan sertifikat milik kliennya tersebut.

“Itu sertifikat sudah jadi. Kami ada bukti foto copy sertifikatnya. Tapi SR ini tidak mau memberiKan kepada klien kami. Saat ditanya bulet terus mas,” kata Heri.

Sementara menurut Heri, sertifikat tanah milik kliennya itu diduga digadaikan ke bank oleh ZK dan SR.

“Kami dapat informasi diduga SR dan ZK menggadai sertifikatnya,” katanya.

Sejauh ini SR berperan sebagai penerima proyek pembangunan perumahan di wilayah Bojonegoro dari PT. Pilar Jaya selaku Developer Lamongan. Namun karena bukan wilayahnya, dia melimpahkan pembuatan sertifikat tanah kepada SN Notaris Bojonegoro.

SN sendiri telah melakukan kewajibannya untuk membuat sertifikat milik Samuel dan Ella. Setelah itu, sertifikat tersebut diminta oleh SR dan tidak diberikan kepada Samuel dan Ella.

“SN sudah membuat sertifikatnya. Tapi karena SR yang mendapatkan proyeknya lalu dikasihkan kepada SR. Dan saat kami tagih beliau beralasan terus,” jelas Kuasa Hukum Manuel dan Ella.

Menurut informasi yang didapat, tim kuasa hukum Manuel dan Ella juga mendapat laporan bahwa ada warga lainnya di Lamongan maupun Bojonegoro yang diduga sertifikatnya belum diberikan oleh SR.

Kini kasus Notaris ternama di Lamongan tersebut sudah masuk dalam pelaporan korban. Dalam waktu dekat, Pihak kepolisian Polres Lamongan akan menindaklanjuti kasus ini dan memanggil Notaris nakal. (Fer)