3 Warung di Terminal Sumlaran Sukodadi Lamongan Ludes Terbakar

Kobaran api saat melalap tiga warung milik warga di Terminal Sumlaran Sukodadi Lamongan. Foto: (Omdik_kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Kebakaran terjadi di kawasan Terminal Sumlaran, Kecamatan Sukodadi Lamongan, Jawa Timur, Rabu (17/1/2018) malam. Tiga warung makan yang berada di lokasi tersebut ludes terbakar. Api disertai asap tebal yang sempat membuat panik warga di sekitar lokasi, hingga melumat habis tiga tempat usaha tersebut diduga berasal dari tungku masak dari salah satu warung yang diperkirakan ditinggalkan pemiliknya dalam keadaan masih meninggalkan bara. Tidak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Yamudi (54), salah satu warga yang tinggal dekat dengan lokasi kebakaran itu mengatakan, saat itu mendengar teriakan dari warga yang melihat Sadam salah satu pemilik warung yang menjadi korban kebakaran berusaha mencari pertolongan. Tak lama berselang, dia melihat kobaran api sudah melalap bangunan semi permanen tersebut.

Masih menurut penuturan Yamudi, Sadam sudah merasa curiga dengan bau seperti sesuatu yang terbakar ditambah asap yang keluar dari warung sebelah milik Nariyati warga Banjarmadu Karanggeneng yang setiap malam selalu ditinggal pemiliknya pulang ke rumah. Asap semakin tebal hingga Sadam keluar warungnya untuk keluar dan mencari bantuan. Akan tetapi, belum sampai dia mendapatkan bantuan, api muncul dan semakin membesar itu kemudian membakar ke semua warung lainnya hingga tiga warung tersebut rata dengan tanah.

Mengetahui itu, warga di sekitar lokasi mencoba melakukan pemadaman, namun upaya itu tak membuahkan hasil sehingga tempat usaha yang selalu menjadi tempat istirahat para sopir tersebut akhirnya tidak bisa terselamatkan. Lambannya kedatangan Mobil Pemadam Kebakaran mengakibatkan penyelamatan susah dilakukan. 3 unit mobil Damkar itu tiba setelah ketiga warung tersebut tinggal puing-puing berserakan.

Tiga warung yang berdiri di area terminal Sumlaran Kecamatan Sukodadi yang tidak terlihat keaktifannya tersebut, berdiri berjajar dengan menggunakan bahan baku kayu. Warung paling utara ditempati oleh Rawi, yan tengah milik Nariyati sedangkan yang paling selatan oleh Sadam. Menurut sumber di lapangan warung milik Rawi sudah lama tutup sementara warungnya Nariyati buka hanya siang hari sedangkan warungnya Sadam buka hampir 24 jam karena digunakan juga sebagai tempat tinggal.

Salah satu Petugas yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran terkait penyebab kebakaran hingga melumat habis tiga bangunan yang berbahan dasar kayu tersebut.

“Kami masih melakukan pemeriksaan, tanda-tanda belum ditemukan. Perkiraan masih pada tungku yang ditinggal pemiliknya,” ujarnya. (Omdik)