Jeritan Penjual Nasi di Trenggalek

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Kenaikan harga beras membuat para pedagang nasi atau pemilik warung  di Kabupaten Trenggalek menjerit. Pasalnya kenaikan harga beras bisa mencapai  tiga ribu per kilogramnya.

Seorang pedagang warung nasi di lokasi pasar burung Surondakan, Kecamatan Trenggalek, Watini (45) menilai kenaikan harga semakin menyusahkan masyarakat menengah ke bawah.

“Seharusnya ada solusi dari pemerintah saat musim tanam agar harga beras tidak semakin tinggi. Beras merupakan kebutuhan pokok, mahal atau murah kami tetap harus beli. Apalagi penjual nasi seperti saya, hampir setiap hari harus membeli beras, jadi terasa sekali kalau harga beras naik,” ucap Watini, Kamis (18/01/2018).

Karena itu, Watini sangat mengeluhkan tingginya harga beras yang dijual di pasar. Pasalnya, penghasilan sebagian warga sangat terbatas, sementara harga kebutuhan pokok seperti beras cukup mahal.

Bukan hanya beras, kenaikan cabai pun sangat dirasakan oleh Watini, diirinya kadang mengurangi kadar kepedasan di sambalnya, hal tersebut dilakukan agar tidak rugi dalam usahanya.

“Beras biasanya dalam sehari saya beli 8 Kilogram sampai 10 Kilogram yang beras pulen, sedangkan cabai sehari bisa beli 4 kilogram. Yah kalo lagi mahal begini paling kami siasatinya untuk tidak terlalu boros dalam olahannya,” tandasnya. (Ahmad)