Wabup Bareng Pramuka Bikin 7000 Biopori

KANALINDONESIA.COM,TRENGGALEK: Pemerintah Kabupaten Trenggalek berupaya mengurangi resiko banjir dengan meningkatkan daya resap tanah terhadap air. Hal tersebut dilakukan dengan salah satu caranya yaitu membuat lubang resapan biopori.

Lubang yang dibuat secara vertikal ke  dalam tanah dimaksudkan untuk meningkatkan daya resap air, sehingga mampu mengurangi genangan air.

Melalui Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur menggagas Gerakan Sejuta Biopori bertempat Kabupaten Trenggalek sebanyak kurang lebih 7.000 lubang resapan biopori telah dibuat dan tersebar di seluruh wilayah Kwartir Ranting Gerakan Pramuka se-Kabupaten Trenggalek, Kamis, (18/01/2018).

Dikatakan Wakil Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin manfaat adanya lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai resapan air, lubang biopori juga dapat dimanfaatkan untuk penanganan limbah organik, peningkatan kesehatan tanah, serta mengatasi banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau.

“Sekaligus akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang menjadi tujuan akhir dari semua kegiatan pembangunan,” ungkapnya.

Ditambahkan Arifin bahwa keberhasilan gerakan ini tidak diukur dari banyaknya lubang biopori yang dibuat, melainkan seberapa besar manfaat yang ditimbulkan dari adanya lubang biopori tersebut. Ada kurang lebih 7.000 lubang resapan biopori telah dibuat dan tersebar di seluruh wilayah Kwartir Ranting Gerakan Pramuka se-Kabupaten Trenggalek.

“Lihat seberapa besar manfaat yang ditimbulkan dari pembuatan lubang biopori, dalam hal ini sebarapa banyak sampah organik yang dapat kelola untuk kemudian dihasilkan menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk peningkatan mutu tanah,” pungkasnya. (hamzah)