Lima Pejabat Pemkab Semarang Tertarik Pengelolaan Bumdes Kabupaten Trenggalek

KANALINDONESIA.COM,  TRENGGALEK: Begitu tertariknya dengan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang ada di Kabupaten Trenggalek, memaksa lima pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Jawa Tengah datang ke kota Pantai Prigi ini untuk belajar yang dikemas dengan kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker).

Perlu diketahui Bumdes yang menjadi gagasan era Bupati Mulyadi berdiri di Kabupaten Trenggalek sejak tahun 2010 yang dimisikan untuk pemberdayaan perekonomian desa.

Kunjungan Kerja (Kunker) Pemkab Semarang disambut langsung oleh Plt. Sekda Trenggalek Kusprigianto dan selanjutnya dilaksanakan sesi tanya jawab dengan moderator oleh masing-masing Asisten I Sekda (Asda I) baik itu Asda I Trenggalek dan Asda I Semarang.

Disampaikan Kusprigianto, Kabupaten Trenggalek sendiri didukung bentang jalan kabupaten sepanjang 931.230 kilometer dan jalan nasional sepanjang 113.290 kilometer.

Semua jalan tersebut selama kurun waktu 5 tahun ini berada dalam kondisi baik. Hal itu yang menjadi daya tarik mengapa Pemkab Semarang ingin belajar pengelolaan infrastruktur dari Pemkab Trenggalek, Kamis (18/01/2018).

“Sementara itu, pokok studi banding yang dibahas pada kesempatan tersebut juga terkait pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Dana Desa,” tuturnya.

Rombongan Pemkab Semarang juga memuji kesiapan Trenggalek dalam mengawal pengelolaan dana desa, salah satunya dengan adanya MoU antara Pemkab Trenggalek dengan Polres Trenggalek tentang pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalahan dana desa.

“Pemkab Semarang juga memuji kesiapan Pemkab Trenggalek. Dengan adanya MoU ini maka pengelolaan dana desa yang lebih efektif, efisien dan akuntabel,” ungkap Kusprigianto.

Menurut Kusprigianto memang bukan suatu hal yang mustahil lagi karena dengan MoU tersebut setiap rupiah dana desa yang dikeluarkan akan benar-benar digunakan untuk kepentingan pembangunan desa.

“Jadi intinya kunjungan kerja tersebut untuk melakukan studi banding di bidang infrastruktur dan pengelolaan Bumdes yang ada di Trenggalek,” pungkasnya.(Hamzah)