PPK Karanggeneng Lamongan Datangi Rumah Warga dalam Gelar Coklit Serentak 2018

PPK Karanggeneng ketika datang ke rumah Ketua MWC NU Karanggeneng sebagai rangkaian Coklit Serentak. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karanggeneng, bakal mengawali tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pilkada 2018 dengan mendatangi beberapa tokoh diantaranya adalah Ketua MWC NU Karanggeneng. Upaya tersebut sebagai simbol pelaksanaan coklit akan dilakukan secara merata termasuk ke beberapa Desa yang ada di Kecamatan Karanggeneng.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang mengagendakan untuk menggelar pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih serentak di 171 daerah yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2018 termasuk di wilayah Kecamatan Karanggeneng Lamongan. Kegiatan pemutakhiran data daftar pemilih ini digelar perdana dan serentak dengan sistem door to door pada hari ini, Sabtu 20 Januari 2018. Namun kegiatan coklit sendiri akan berlangsung selama sebulan hingga 18 Februari 2018.

Ketua PPK Karanggeneng Azis Susanto menjelaskan, petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) akan berkunjung ke rumah warga secara door to door untuk melakukan coklit data pemilih tetap (DPT) terakhir hasil sinkronisasi dengan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4).

Azis menuturkan, gerakan coklit nasional ini bukan hanya bagi penyelenggara pemilu, melainkan juga pengawas pemilu dan juga pemilih.

“Pemilih pasti akan siap-siap. ‘Jangan-jangan nanti datang ke tempat saya, saya belum punya KTP elektronik. Jangan-jangan pas petugas datang, saya lagi pergi.’ Makanya perlu PPDP dan pemilih berkomunikasi kapan bisa bertemu,” kata Azis di Pendopo Kecamatan Karanggeneng, Sabtu (20/1/2018).

Azis juga menjelaskan, kegiatan coklit di wilayah Kecamatan Karanggeneng ini akan dilakukan oleh sebanyak 79 petugas PPDP. Pada kegiatan coklit serentak dilaksanakan tanggal 20 Januari, petugas PPDP akan didampingi oleh 54 orang anggota PPS serta 5 orang PPK.

“Kalau semua bergerak maka dengan target satu PPDP bisa menjangkau lima rumah, maka akan ada 690 rumah yang di-coklit secara serentak pada tanggal 20 Januari 2018,” katanya.

Salah satu anggota PPK Karanggeneng Imam Hafidzin ketika ditemui kanalindonesia.com disela-sela mencoklit disalah satu tokoh masyarakat menjelaskan, dalam kegiatan coklit ini, secara teknis petugas PPDP berkunjung dari rumah ke rumah.

“Mereka membawa data DP4, itu dicek dari rumah ke rumah. Apakah benar di rumah ini ada tiga atau empat orang yang sudah masuk hak pilih, dicek tanggal lahirnya, penulisan nama, jenis kelamin, alamat rumah, dan seterusnya,” ucap Imam.

Bahkan, kata Imam, petugas PPDP juga harus mendata anggota keluarga yang sudah memiliki hak pilih tetapi belum terdata.

“Mereka harus bekerja sungguh-sungguh mendatangi rumah ke rumah setiap warga dan melaksanakan prosedur ini dengan benar. Mencatat yang harus dicatat, dan mencoret yang harus dicoret,” pungkasnya. (Omdik)