Jadi Korban Penganiayaan, Dua dari Tujuh Korban Lapor Polisi

Kedua korban penganiayaan saat lapor di Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Dua dari tujuh bocah di bawah umur, jadi korban penganiayaan oleh MR (59), seorang pengusaha asal Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur.

Kedua korban yang melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Jombang yakni, AA (14) dan MH (15). Hanya dua korban yang berani melakukan pelaporan ke aparat kepolisian, pasalnya saat awal orang tua korban mengetahui peristiwa penganiayaan tersebut, mereka sempat mendapat penolakan laporan oleh Polsek setempat. Sehingga orang tua korban melaporkan ke Polres Jombang, pada hari Minggu, 21 Januari 2018.

Namun kejadian ajaib malah terjadi dalam proses penegakan hukum di Kota Santri ini, tujuh bocah yang dianiaya oleh MR, malah dilaporkan balik oleh MR ke Polsek setempat.

Hal ini dikarenakan aksi penganiayaan tersebut dilakukan karena, MR merasa geram dengan ulah para bocah tersebut yang diduga telah mencuri uang miliknya hingga 14 juta rupiah. Ironisnya, aksi penganiayaan tersebut terekam video amatir warga.

Ketujuh bocah yang jadi korban penganiayaan dan menjadi terlapor atas adanya dugaan pencurian yakni, F, A, AA, JA, M, MH, dan Z. Dan kasusnya kini dalam penanganan Satreskrim Polres Jombang.

Dari data yang dihimpun redaksi, aksi dugaan pencurian tersebut, dilakukan para bocah ini sejak bulan september 2017 hingga Januari 2018. Dengan rincian berdasar laporan korban, yakni pada bulan September kehilangan uang Rp 3.000.000, kemudian tanggal 21 oktober 2017 kehilangan uang Rp. 6. 000.000, tanggal 4 Januari 2018 kehilangan uang Rp. 2.000.000, tanggal 11 Januari 2018 kehilangan uang Rp. 3.000.000 dan terakhir tanggal 17 Januari 2018 kehilangan uang Rp. 300.000.

Menurut AKP Gatot Setya Budi selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, bahwa pada hari Sabtu tanggal 20 Januari 2018 sekira pukul 12.30 WIB pelaku telah ditangkap oleh MR. Modus pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara membuka pintu jendela kemudian mengambil uang yang berada ditas didalam laci meja.
“Total Kerugian mencapai Rp. 14.300.000,” kata Gatot saat ditemui sejumlah jurnalis, Senin 22 Januari 2018.

Masih menurut Gatot, saat ini kasusnya masih dalam penanganan pihak Polres Jombang. “Saat ini semuanya masih dalam pemeriksaan,” tegas Gatot.

Sementara itu Aris Efendi, salah satu orang tua korban penganiayaan, mengatakan bahwa pihaknya melaporkan MR ke Polres Jombang atas dugaan penganiayaan. Bahkan menurut Aris, pelaku pencurian tersebut adalah cucu dari MR sendiri.

“Cucunya itu kan ambil uangnya kakeknya itu, terus uangnya dikasih kasihkan ke temen-temennya, dititipkan ke temen-temennya beli apa, beli apa. Nah itu terus ditanyai semuaya, kasih siapa? Namanya itu dipanggil, namanya itu dipanggil, terus main tangan,” ungkap Aris.

Kini kasus tersebut ditangani oleh Satreskrim Polres Jombang. Setelah menerima laporan dari MR atas dugaan kasus pencurian, kini polisi juga menangani laporan balik dari keluarga para bocah yang diduga dianiaya oleh MR.(elo)